Seperti yang disampaikan Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016.
"Targetnya ke sana (menggantikan peran Premium-Red). Penggunaan Pertalite hingga akhir tahun, kami targetkan mencapai 50 persen dibandingkan penggunaan Premium," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, bahan bakar Premium tidak akan dihilangkan begitu saja.
"Tapi saya lebih memikirkan dari sisi konsumen, konsumen pindah ke harga tinggi tanpa edukasi, itu tidak mungkin Seperti Pertalite itu berhasil karena edukasi. Karena generasi kita itu 40 persen milenia, ciri-cirinya banyak yang mencari diskon paling besar. Segmen ini harus diyakinkan kalau membeli sesuatu yang mahal itu lebih bagus atau tidak," ujarnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas