"Motor ini adalah motor ukuran menengah di segmen adventure touring," ujar Project Leader Himalayan Royal Enfield Pradeep Matthew kepada media di Jakarta.
Sesuai namanya motor memang dikembangkan untuk dikendarai sampai pegunungan, bahkan sampai Himalaya. Sebelum diluncurkan Royal Enfield sudah mengetes motor sejauh sekitar 100.000 mil dan dites di beberapa negara seperti India dan Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pradeep beralasan, motor ini memang disiapkan bagi orang yang ingin mencoba motor touring, terutama bagi entry level.
Motor juga masih menggunakan karburator karena pada prinsipnya motor karburator lebih gampang dioprek-oprek ketimbang motor injeksi. "Jadi ketika kita lagi berada di suatu tempat yang jauh, kita masih bisa memperbaiki motor," jelasnya.
President Royal Enfield Rudratej Singh menambahkan, di India motor mendapatkan respons yang cukup bagus di pasaran, dia berharap mendapatkan respons yang sama di Indonesia.
"Responsnya melebihi harapan kami, dengan motor kami menciptakan pasar baru. Di India motor ini sangat fenomenal, dan kami harapkan bisa mendapatkan respons yang sama," ujarnya. (ddn/rgr)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge