Seperti yang disampaikan Marketing Director Ducati Asia Pasific, David James di IIMS 2016. "Ducati XDiavel baru akan mulai diproduksi pada Juli 2016, dan kami akan melakukan pengetesan untuk di Asia," kata David.
Dirinya pun menuturkan, motor ini begitu cantik. Sehingga tidak mungkin jika tidak ikut diperkenalkan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat detikOto menyambangi ajang pameran EICMA, XDiavel memiliki warna hitam hampir di seluruh bodinya. Bedanya, motor dibuat menjadi lebih enak untuk dikendarai berkat posisi setang yang lebih tinggi sehingga pengendara bisa lebih santai mengggunakannya. XDiavel pun cocok disebut cruiser. Tak lagi terlalu merunduk seperti Diavel yang lama.
Bahkan CEO Ducati Claudio Domenicali menyebutkan untuk motor ini Ducati memiliki konsep 5.000, 60, dan 40. Angka-angka ini mewakili nyawa dari XDiavel.
5.000 merupakan angka RPM dimana mesin 156 hp Ducati Testastretta DVT 1262 bisa mencapai torsi maksimumnya pada 13,1 kg.m.
60 adalah jumlah konfigurasi ergonomic yang bisa diatur oleh pengendara Ducati agar enak saat dikendarai. Yang bisa diatur adalah posisi pedal, setang, sampai jok.
Sementara 40, adalah sudut kemiringan maksimum.
Untuk fitur motor, XDiavel merupakan motor pertama Ducati yang menggunakan belt-type final transmission, fitur yang menurut Ducati wajib dimiliki motor cruiser.
Tetapi yang menarik adalah fitur DPL (Ducati Power Launch), dimana dengan sekali tombol tekan berwarna merah di sebelah kanan setir, motor akan enak berakselerasi. Untuk memperlihatkan fitur ini bisa terlihat layar speedometer yang berubah menjadi warna merah.
Roda yang berwarna hitam glossy pun sangat asyik untuk dilihat dengan bentuk spoke yang jarang dilihat pada motor. Motor sudah masuk rencana Ducati untuk diluncurkan di Indonesia tahun depan. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu