"Jadi, ini merupakan bagian dari inovasi yang dilakukan dengan dasar semangat Beyond Drive," tutur Marketing Director PT TAM, Rahmat Samulo, di arena GIIAS, ICE-Serpong, Jumat (21/8/2015).
Mobil yang personal - dengan varian berkapasitas satu dan dua orang - itu menggunakan sumber tenaga dari arus listrik. Dia dibangun dengan dasar penggabungan antara fleksibilitas dan sifat compact dari sebuah motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β Dengan karakter seperti itu, maka i-Road adalah sarana transportasi personal untuk jarak dekat. Meski begitu, mobil dengan panjang 2.345 mm dan lebar 870 mm, itu mampu menempuh jarak hingga 50 kilometer.
Bahkan mampu berlari dengan kecepatan 60 km/jam. Hanya, meski di Grenoble, Prancis, dan di Tokyo, Jepang, telah diuji coba dengan sistem car sharing, namun di Indonesia i-Road belum akan diluncurkan ke masyarakat dengan cara car sharing.
Soalnya, kata Samulo, i-Road masih dalam tahap uji coba yang akan terus disempurnakan berdasar masukan dari hasil car sharing. Kedua, mobil itu memang belum dijual oleh Toyota.
"Apalagi, belum ada stasiun pengisian baterai listrik. Karena kalau di negara dimana uji coba dilakukan, mobil itu ditempatkan di area dekat stasiun pengisian listrik. Kalau di kita belum ada, makanya belum ada rencana (diuji coba di Indonesia dengan cara car sharing)," imbuh Samulo.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!