"Akan ada 32 brand (mobil), terdiri dari 9 brand lokal dan 23 brand asing. Empat di antaranya baru pertama ikut," kata Executive Director Korea Automobile Manufacturers Association (KAMA) Tae-Nyen Kim, seperti dilaporkan reporter detikOto, AN Uyung Pramudiarja dari Seoul, Kamis (2/4/2015).
Pabrikan tuan rumah antara lain diwakili KIA Motor, Hyundai Motor, GM Korea, Renault-Samsung, dan Ssangyong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil hybrid futuristik Eolab besutan Renault Samsung juga akan hadir dalam pameran yang akan berlangsung 3-12 April 2015 ini.
Ini merupakan penampilan pertamanya di Asia, setelah sebelumnya mobil konsep yang hanya butuh konsumsi BBM 1 liter untuk tiap 100 km ini muncul perdana dalam Paris Motor Show 2014.
Dari Jepang, Honda turut mengisi deretan mobil-mobil ramah lingkungan dengan Prius Plug-in Smart Hybrid.
Sementara Yamaha akan memamerkan sepeda motor unggulannya, YZF R1M yang baru saja diluncurkan di Milan akhir 2014. Motor berbasis Yamaha R1 ini menggunakan bahan khusus serat karbon dan mengusung teknologi suspensi canggih untuk balap.
Tak ketinggalan, pabrikan-pabrikan Eropa juga bakal unjuk gigi. Mobil konsep besutan Maserati, Alfieri akan menampakkan diri di ajang ini. Mobil bermesin 3.0 liter turbo ini digadang-gadang sebagai penantang Porsche 911 dan Jaguar F-type. Porsche sendiri akan mengusung teknologi hybrid melalui Cayenne S E-hybrid.
Mengusung tema 'Experience the Technology, Feel the Artistry', gelaran Seoul Motor Show 2015 akan menampilkan 370 mobil dari 32 brand lokal maupun internasional. Ditargetkan 650 ribu pengunjung akan datang menyaksikan kecanggihan produk-produk otomotif paling mutakhir.
Pantauan detikOto pada Press Day yang digelar sehari sebelum seremoni pembukaan, para peserta tampak masih berbenah di lokasi pameran.
(up/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!