Aliansi Renault dan Nissan Berhasil di Rusia

Laporan dari Jenewa

Aliansi Renault dan Nissan Berhasil di Rusia

- detikOto
Selasa, 10 Mar 2015 16:57 WIB
Aliansi Renault dan Nissan Berhasil di Rusia
Ilustrasi-Renault Kadjar di Geneva Motor Show 2015
Jakarta - Aliansi Nissan dan Renault dinilai berhasil di Rusia. Bayangkan saja aliansi mereka berhasil meraup penjualan terbaik di Rusia.

Seperti disampaikan CEO Renault dan Nissan Carlos Ghosn, di Geneva Motor Show 2015. "Aliansi membuat kami menjadi pabrikan terbesar di Rusia, kami berhasil meraih 1/3 di Rusia," kata CEO Renault dan Nissan Carlos Ghosn, di Geneva Motor Show 2015.

Namun secara tidak langsung dirinya mengakui, ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini membuat penjualan mereka berkurang drastis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika pasar menurun, jelas memiliki dampak (untuk Renault-Nissan). Sehingga dalam jangka pendek, kami akan menyesuaikan langkah kami, dengan menawarkan harga yang tepat, mensediakan stok kendaraan dengan benar (tidak terlalu banyak), dan melakukan hal-hal untuk melindungi kelangsungan usaha dalam jangka pendek," tambahnya.

Tidak sampai disitu, dirinya juga memprediksi dampak perang yang dialami Rusia akan berdampak pada penurunan pasar di Rusia.

"Kami memprediksi penjualan di Rusia akan jatuh sekitar 20-30 persen tahun ini. Di Januari penjualan di Rusia turun 25 persen. Namun semuanya akan berakhir, meski pasar di Rusia turun drastis dengan cepat, kami memprediksi pasar akan bangkit secara cepat juga," katanya.

"Dan saat seperti itu, aliansi akan mengambil kesempatan ini untuk lebih melokalisasi produk kami dan menunggu pasar untuk pulih. Karena dengan memperbanyak produk lokal di Rusia akan menjadi yang paling kompetitif," tambahnya.

Namun Carlos pun tidak bisa memastikan kapan pasar Rusia akan tumbuh kembali.

"Sulit untuk mengatakan kapan pemulihan akan terjadi. Saya tidak tahu, tidak ada yang tahu. Ketika itu terjadi, Aliansi harus siap untuk mencapai tujuannya meraup 40 persen pangsa pasar di Rusia," ucapnya.

(lth/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads