Seperti disampaikan CEO Renault dan Nissan Carlos Ghosn, di Geneva Motor Show 2015. "Aliansi membuat kami menjadi pabrikan terbesar di Rusia, kami berhasil meraih 1/3 di Rusia," kata CEO Renault dan Nissan Carlos Ghosn, di Geneva Motor Show 2015.
Namun secara tidak langsung dirinya mengakui, ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini membuat penjualan mereka berkurang drastis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak sampai disitu, dirinya juga memprediksi dampak perang yang dialami Rusia akan berdampak pada penurunan pasar di Rusia.
"Kami memprediksi penjualan di Rusia akan jatuh sekitar 20-30 persen tahun ini. Di Januari penjualan di Rusia turun 25 persen. Namun semuanya akan berakhir, meski pasar di Rusia turun drastis dengan cepat, kami memprediksi pasar akan bangkit secara cepat juga," katanya.
"Dan saat seperti itu, aliansi akan mengambil kesempatan ini untuk lebih melokalisasi produk kami dan menunggu pasar untuk pulih. Karena dengan memperbanyak produk lokal di Rusia akan menjadi yang paling kompetitif," tambahnya.
Namun Carlos pun tidak bisa memastikan kapan pasar Rusia akan tumbuh kembali.
"Sulit untuk mengatakan kapan pemulihan akan terjadi. Saya tidak tahu, tidak ada yang tahu. Ketika itu terjadi, Aliansi harus siap untuk mencapai tujuannya meraup 40 persen pangsa pasar di Rusia," ucapnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...
Sopir JakLingko di Jaktim Bikin Resah, Penumpang Dihina 'Monyet'