"Mobil ini dengan konfigurasi tempat duduk 2 - 2 ini tentu belum dipasarkan di Inonesia. Kami masih menunggu kesiapan infrastruktur," tutur Direktur Pemasaran PT BMW Indonesia Helena Abidin saat ditemui di booth BMW, di arena IIMS 2014, JIEXPO, Kemayoran, Jakarta.
Sedan ini mengusung mesin turbo tiga silinder berkapasitas 1.500 cc bertenaga 131 hp yang dipadu dengan motor listrik bertenaga 326 hp. "Ini sebagai display produk kami yang membuktikan perkembangan teknologi dan desain BMW," kata Helena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, salah seorang pengunjung booth BMW, Adrian, 42 tahun, menilai kehadiran mobil itu sebagai hal yang positif. Meski untuk mengemudikan di jalanan Indonesia orang akan berpikir ulang karena belum adanya infrastruktur pendukung, namun mobil ini bisa menjadi contoh.
"Paling tidak orang akan berpikir bahwa mobil hybrid khususnya yang bertena listrik, itu bukan hanya mobil kategori bawah. Mobil mewah pun ada, semua demi efisiensi bahan bakar fosil," ujarnya.
Salah seorang manajer keuangan sebuah perusahaan ekspedisi yang berkantor di Kemayoran, Jakarta Pusat, itu menganggap kampanye penggunaan mobil listrik dan mendorong pemerintah membangun fasilitas pendukungnya harus terus didorong. Soalnya Indonesia saat ini sudah menjadi negara pengimpor bahan bakar fosil.
"Kalau enggak diarahkan untuk mengguanakan energi alternatif, Indonesia akan tergantung kepada negara lain," ucapnya.
Semoga saja Mission Impossible BMW ini sukses juga.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar