"Kita punya sejarah tidak pernah ada insiden pada mobil ini. Kami percaya dengan teknologi yang kami kembangkan," kata Nissan Executive Vice Presiden Nissan Mitsuhiko Yamashita dalam sesi wawancara bersama reporter detikOto Ahmad Toriq dan beberapa jurnalis Indonesia.
Yamashita menerangkan sistem autonomous driving tak bisa selalu diterapkan. Ada kondisi-kondisi tertentu yang menjadi syarat agar pengemudi bisa menggunakan sistem autopilot di mobilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca: Seperti Apa Mobil Autopilot Nissan?
Foto: Mobil Autopilot Nissan
Selain Jepang, pasar yang akan disasar Nissan untuk menjajakan autonomous driving car adalah Amerika Serikat dan Eropa. Mungkinkah mobil ini dipasarkan di Indonesia?
"Teknologi ini tergantung dengan aturan di negara tujuan dan juga harus ada infrastruktur yang mendukung," jawab Yamashita diplomatis.
Rencananya di tahun 2020 nanti Nissan akan mulai memasarkan mobil tersebut ke pasaran dunia. Saat ini Nissan tengah membangun proving ground khusus di Jepang yang akan selesai pada akhir tahun fiskal 2014 atau pada Maret 2015 nanti.
Proving ground ini akan khusus menguji kehandalan mobil autopilot Nissan dan membuat teknologi ini lebih aman. Tujuan utama Nissan memproduksi mobil autopilot memang untuk membuat jalanan lebih aman.
(tor/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu