ADVERTISEMENT

Diduga Penyebab Kecelakaan Truk Pertamina, Ini Sebab Truk Sering Rem Blong

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 19 Jul 2022 07:03 WIB
Petugas gabungan kepolisian dan Pemadam Kebakaran berjibaku mengevakuasi Truk Pertamina di lokasi kecelakaan maut Cibubur.
Kecelakaan truk Pertamina di Cibubur diduga akibat rem blong. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kecelakaan truk Pertamina di Cibubur diduga karena rem blong. Ini memang baru dugaan awal karena tidak ditemukan tidak ada bekas rem di lokasi kejadian. Namun, pihak kepolisian bakal melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab utama dari kecelakaan maut itu.

"Masih terlalu dini, petugas masih di TKP. Dugaan sementara rem blong, tapi harus dibuktikan lebih dahulu supaya objektif," kata Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi dikutip detiknews.

Soal kecelakaan karena rem blong, tampaknya bukan hal asing pada kendaraan besar sejenis truk. Adapun penyebabnya kebiasaan buruk dari sopir truk itu sendiri dan ketidakmampuan mengendalikan kendaraan dengan baik. Plt Kepala Sub Komite Investigasi Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT Ahmad Wildan pernah mengungkap beberapa kesalahan yang dilakukan sopir truk ketika merasa mengalami rem blong.

Pertama adalah menggunakan gigi tinggi di jalan menurun. Kebiasaan ini akan membuat sopir ngerem secara berulang terlebih ketika melintas di tikungan. Ngerem berulang itu membuat kampasnya panas. Ketika kampas panas, sopir bisa mengerem tapi roda terus berputar.

Ketika hal tersebut terjadi, sopir truk kembali mencari cara untuk menghentikan laju kendaraan yakni dengan mengocok rem. Kebiasaan mengocok rem, tekanan angin jadi terbuang sehingga pedal rem jadi sulit diinjak.

Kesalahan selanjutnya adalah menggunakan gigi rendah. Pada ujungnya, usaha tersebut berujung posisi gigi di netral karena pedal kopling tidak bisa diinjak dan syncromesh tidak mampu bekerja karena adanya perbedaan yang tinggi pada putaran mesin yang dipaksa masuk ke putaran rendah. Usaha untuk menarik hand brake pun akan sia-sia.

"Ketika panik melakukan kesalahan ketiga, yaitu memindahkan gigi dari gigi tinggi ke gigi rendah. tapi otomatis (karena kopling tidak bisa diinjak) ke netral. Ini ada beberapa orang menyatakan sengaja untuk irit BBM, itu nggak memang sengaja masuk ke netral. Itu adalah teknologi otomotif, untuk melindungi mesin tidak rontok," jelas Wildan.

Praktisi Road Safety & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC) Jusri Pulubuhu juga sempat menyoroti penyebab truk kecelakaan adalah ketidakpiawaian sopir dalam berkendara, terlebih di jalanan berbukit. Ini kata Jusri menjadi penyebab langsung kecelakaan akibat rem blong.

"Cara pengereman mereka hanya mengandalkan pengereman service brake atau rem kaki. Ketika dia menggunakan service brake saja, akibatnya konstruksi rem akan mengalami suhu panas yang berlebih. Akibatnya, kemampuan rem akan menyusut. Ketika kemampuan rem menyusut jarak pengereman kendaraan akan jauh bahkan kendaraan akan hilang kendali," ungkap Jusri.



Simak Video "Penampakan Truk Pertamina Kecelakaan di Semarang, 1 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT