Rabu, 09 Jan 2019 19:59 WIB

Bemper Mobil Penyok Ketika Tabrakan Dengan Sepeda, Kok Bisa?

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Screenshoot (Youtube CGTN) Foto: Screenshoot (Youtube CGTN)
Jakarta - Jagat maya lagi-lagi dikejutkan oleh suatu pristiwa (foto maupun video) tentang suatu kecelakaan yang melibatkan sepeda dan mobil. Menariknya, dari tabrakan tersebut hanya mobil saja yang terkena dampaknya yakni bemper yang penyok. Kok bisa?

Melansir drivespark dari CGTN, pristiwa tersebut terjadi di salah satu jalanan di China. Salah seorang kepolisian mengabadikan lewat video yang menunjukkan bemper mobil Toyota Corolla yang penyok setelah menabrak sepeda. Sedangkan sepeda tadi, tidak mengalami lecet sama sekali.


Menurut keterangan beberapa saksi, tabrakan itu adalah kesalahan pengendara sepeda. Entah apa alasannya, pengendara sepeda tersebut mengayuh terlalu cepat hingga lepas kendali saat melihat sebuah mobil sedan Toyota Corolla keluar dari parkiran.

Untungnya pengendara sepeda hanya mengalami cedera ringan. Sedangkan pemilik mobil harus merogoh kocek untuk membenarkan bempernya.

Banyak yang meragukan bahwa rekaman video dan gambar yang dibagikan tersebut benar adanya. Tak sedikit juga yang memperkirakan bahwa itu adalah editan gambar. Sedangkan sisanya, menyalahkan kualitas mobil yang lebih rendah dibanding sepeda tersebut.

Sebenarnya, hal tersebut adalah normal saja (bemper mobil penyok setelah menabrak sesuatu, dalam kasus ini sepeda). Sebab, bemper mobil modern dirancang untuk menyerap sejumlah besar gaya benturan jika terjadi kecelakaan.


Selain menjaga keselamatan penumpang, kelenturan atau fleksibilitas bemper mobil juga membantu mengurangi korban tabrakan seperti pejalan kaki. Ya, meski bukan fitur keselamatan paling efektif, setidaknya penggunaan bemper yang lentur dapat mengurangi dampak ketika terjadi kecelakaan di jalan.

Maka dalam kejadian ini, bemper sebenarnya telah melakukan tugasnya dengan baik dengan mengurangi kekuatan tabrakan dengan sepeda. Jadi bukan semata-mata kualitas mobil yang bersangkutan rendah ya, Otolovers.

[Gambas:Youtube]

(ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed