Kejadian yang baru saja terjadi di Fuzhou ini adalah salah satu contoh peristiwa yang tak patut ditiru oleh pengguna angkutan umum dimana pun berada. Hanya gara-gara naik bus yang salah, seorang nenek memukuli sopir bus tersebut dengan tongkatnya beberapa kali hingga sang sopir menangis meraung-raung.
Seperti dilansir Shanghaiist, Minggu (5/7/2015), nenek yang tak disebutkan namanya itu, naik bus di sebuah halte di kota Fuzhou, Tiongkok. Awalnya tak ada persoalan apa pun. Begitu naik, nenek tersebut langsung duduk manis di bangku bus.
Namun, setelah dia menegok ke kiri dan kanan memperhatikan jalanan, dia merasa bus melaju tak menuju arah yang dia maksud. Dia pun mulai resah dan bertanya kepada penumpang lain di sebelahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketukan pun berubah menjadi aksi gedor-gedor karena sang sopir tak menggubrisnya. Karena tak dikabulkan sang sopir, dia mulai menghampirinya, dan membentak-bentak sang sopir.
Sopir itu beralasan, bus yang tengah melaju kencang tak boleh berhenti sembarangan. Soalnya, selain melanggar aturan juga membahayakan kendaraan lain. Apalagi itu kendaraan umum, bukan kendaraan pribadi milik sang nenek, sehingga tak bisa disuruh berhenti begitu saja.
Mendapat jawaban yang dinilainya menyebalkan, sang nenek naik pitam. Seketika itu juga dia mengayunkan tongkatnya ke kepala dan bagian lain tubuh sopir bus tersebut hingga beberapa kali dengan keras.
Sopir pun meraung-raung dan berteriak-teriak agar aksi sang nenek dihentikan. Entah mengapa sang nenek semakin menjadi-jadi, dan baru berhenti setelah beberapa penumpang turun tangan menghentikan aksinya.
Sekitar 10 menit kemudian sopir itu mengalah kepada sang nenek. Dia menghentikan bus di halte terdekat dan mempersilahkan sang nenek turun . Setelah itu dia langsung menundukan kepalanya di kemudi dan menangis tersedu-sedu.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk