Stres Takut Dibunuh, Pria Ini Seruduk Konsulat Amerika dengan Mobil

Stres Takut Dibunuh, Pria Ini Seruduk Konsulat Amerika dengan Mobil

- detikOto
Minggu, 15 Feb 2015 10:51 WIB
Stres Takut Dibunuh, Pria Ini Seruduk Konsulat Amerika dengan Mobil
Shanghai -

Liu Daojie mengaku dirinya tengah dikejar-kejar oleh seorang pembunuh bayaran yang terus memburunya. Untuk menarik perhatian orang di sekelilingnya, dia menabrakan penghalang di gedung kjonsulat Amerika Serikat di Shanghai, Tiongkok.

Namun, seperti dilansir Huffington Post, Minggu (15/2/2015) pemburuan oleh pembunuh bayaran itu ternyata hanyalah khayalan pria berumur 35 tahun tersebut. Ceritanya, Daojie yang juga seorang pebisnis itu, tengah menghadapai masalah dengan mitranya.

Karena percekcokan itulah, dia merasa akan dihabisi oleh pembunuh bayaran suruhan sang mitra. Ketakutan itu terus membayanginya kemana pun dia pergi. Makan menjadi tak enak, dan tidur tak bisa nyenyak. Bahkan saking takutnya, dia tak berani keluar dari rumah hingga sebulan lamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketakutan dan stres pun semakin menjadi-jadi. Dia benar-benar paranoid. Untuk menghilangkan rasa takut itu, Daojie menenggak minuman beralkohol dan obat-obatan.

Sialnya, bayangan buruk itu tak juga sirna dari benaknya. Stres tingkat tinggi pun semakin menjadi dan membuatnya nekat mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan menabrakannya ke gedung konsulat.

Dia berdalih, dengan cara itu, khalayak akan tahu bahwa dia tengah terancam dan tengah dikejar seseorang. Tak pelak petugas kepolisian pun menggelandangnya ke kantor dan menginterograsinya. Sementara dokter memintanya untuk berhenti berfantasi.

“Aku mengemudikan mobil dari Hangzhou ke Shanghai, karena terus dikejar orang yang akan membunuhku. Dan aku melihat petugas keamanan (di depan konsulat), dan aku pun menabrakan mobilku kepadanya,” tutur pemilik sebuah perusahaan besar di Sanming, Fujian itu seperti dikutip South China Morning Post.

Felix Salazar, Jurubicara konsulat membenarkan peristiwa yang terjadi pada akhir pekan lalu. Saat peristiwa berlangsung kondisi kantor konsulat tengah ramai melayani masyarakat. Namun dia enggan menceritakan lebih jauh peristiwa itu karena masih dalam proses penyelidikan.

(arf/arf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads