Relawan RSA Indonesia Gelar Aksi Simpatik Mudik Selamat

Relawan RSA Indonesia Gelar Aksi Simpatik Mudik Selamat

- detikOto
Senin, 28 Jul 2014 14:04 WIB
Relawan RSA Indonesia Gelar Aksi Simpatik Mudik Selamat
Jakarta -

Arus mudik dan balik Lebaran kerap menjadi sorotan. Persoalan utama yang mencuat adalah kemacetan arus kendaraan dan kecelakaan lalu lintas jalan.

Pada 2013, selama arus mudik dan balik Lebaran setiap hari rata-rata 230 kasus kecelakaan dan merenggut 50 jiwa per hari. Sekalipun angka-angka itu menurun jika dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya, bagi Road Safety Association (RSA) Indonesia peristiwa itu merupakan persoalan besar.

β€œBagi kami, satu nyawa saja melayang di jalan merupakan masalah besar. Karena itu, kami tak bosan melakukan sosialisasi, edukasi, dan advokasi untuk menciptakan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat,” tegas Edo Rusyanto, di sela Aksi Simpatik Mudik Selamat yang digelar RSA Indonesia, di Pangkalan Jati, Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Edo, salah satu cara mengajak publik agar lebih peduli masalah keselamatan berlalu lintas jalan adalah lewat kegiatan seperti aksi simpatik kali ini. Dalam aksi itu tiga puluhan relawan RSA Indonesia membentangkan spanduk. Pilihan jatuh di tiga titik Pangkalan Jati yang merupakan kawasan paling ramai di pintu keluar Jakarta menuju pantai utara (Pantura) Jawa. Selain spanduk berisi pesan ajakan keselamatan jalan, relawan juga membagikan selebaran dengan isi yang serupa.

Tak hanya itu, relawan juga membagikan peta jalur mudik terbaru edisi tahun 2014. Aksi kali ini ditutup dengan buka puasa bersama di sekretariat RSA Indonesia yang terletak di kawasan Pangkalan Jati, Jaktim.

Aksi simpatik kali ini diikuti relawan RSA Indonesia dari berbagai latar belakang. Ada yang mahasiswa, pekerja swasta, hingga wiraswastawan. Mereka hadir atas dorongan hati untuk berbagi, saling mengingatkan pentingnya berkendara yang aman dan selamat. Para relawan tidak mendapat bayaran.

Mereka juga dari berbagai komunitas atau kelompok masyarakat seperti Kulo Bikrs Sanes Gangster (KBSG), YJOCIndonesia, Jabric_Jakarta, YVCIndonesia, Independent Bikers Club (IBC), dan KHCC. Mereka bahu membahu saling memompa semangat dan tak bosan mengajak pemudik untuk menguttamakan keselamatan daripada kecepatan yang ugal-ugalan.

Sinergi Sepanjang Tahun

Musim mudik Lebaran tahun 2013 kita disodori fakta tewasnya 50 orang tiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Angka itu, mengutip data Korlantas Mabes Polri, turun sekitar 12% dibandingkan korban tewas pada periode sama tahun 2012 yang rata-rata 57 jiwa.

RSA Indonesia melihat bahwa para pemangku kepentingan (stakeholder) keselamatan jalan selama arus mudik dan balik Lebaran terlihat amat bersinergi, patut diapresiasi.
Upaya mereka menurunkan fatalitas kecelakaan ada hasilnya. Hal itu selaras dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat membuka sidang kabinet paripurna yang membahas persiapan Lebaran di kantor Presiden, di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2013.

Faktanya, lagi-lagi seperti dilansir Korlantas Mabes Polri, kasus kecelakaan lalu lintas jalan pun bisa diturunkan sangat signifikan, yakni sekitar 30%. Bila pada 2012, rata-rata per hari terjadi 327 kasus kecelakaan, setahun kemudian melorot menjadi 230 kasus. Penghitungan dilakukan dalam rentang 16 hari, yakni H-7 hingga H+7 tentu termasuk H1 dan H2.

Keterpaduan di kalangan pemangku kepentingan bisa begitu membahana tentu juga ditopang oleh unsur anggaran yang digelontorkan masing-masing instansi. Tanpa adanya logistik tentu saja kurang membuat nyaman para petugas yang bekerja siang dan malam. Artinya, ada anggaran, ada pekerjaan yang sistematik. Kalau di lini perusahaan swasta dan BUMN, ada program CSR ada unsur pemasaran atau iklan.

β€œPertanyaan lanjutannya, kenapa keterpaduan dalam mengamankan para pengguna jalan yang melintas sepanjang arus mudik dan balik tidak bisa dilanggengkan sepanjang tahun?” Tukas Edo Rusyanto.

Road Safety Association (RSA) Indonesia sendiri merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang didirikan pada 2007. Pergerakan utamanya mencakup sosialisasi, edukasi, dan advokasi masalah keselamatan berkendara di jalan. Sebagai rumah pergerakan rakyat, RSA Indonesia terbuka bagi para simpatisan atau relawan yang hingga kini tersebar di berbagai kota dengan latar belakang profesi beragam.

RSA Indonesia berbasis di Jakarta, hingga kini mengkampanyekan road safety melalui pertemuan informal komunitas sepeda motor maupun mobil secara berkala satu bulan sekali. Sejumlah program pelatihan digelar ke sekolah, perguruan tinggi, pabrik, hingga ke khalayak umum. Salah satu bentuk advokasi bagi pengguna jalan, RSA Indonesia memilih aksi damai turun ke jalan.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads