Leasing Mobil Bareng Teman Sekantor Bisa Kurangi Macet

Leasing Mobil Bareng Teman Sekantor Bisa Kurangi Macet

- detikOto
Rabu, 02 Mar 2011 12:11 WIB
Leasing Mobil Bareng Teman Sekantor Bisa Kurangi Macet
Jakarta - Membludaknya kendaraan, baik roda dua dan roda empat, di Jakarta membuat jalanan bak benang kusut, macet! Leasing mobil bersama-sama mungkin akan membantu mengurangi jumlah kendaraan di jalan.

Ide ini dicuatkan pengamat transportasi Agus Pambagio dalam acara 'Curah Pendapat untuk Mengurangi Kemacetan di DKI Jakarta' di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta, Rabu (2/3/2011).

Agus mendapati kelompok pegawai salah satu perusahaan telekomunikasi swasta dengan rumah berdekatan, namun berkantor di gedung yang sama. Nah, mereka ramai-ramai mengajukan leasing satu unit mobil untuk bersama-sama. Bayarnya, patungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kendaraan tersebut hanya digunakan untuk pergi dan pulang kantor. Selama jam kerja, mobil disewa oleh perusahaan sebagai kendaraan operasional (kantor). Sehingga leasing dapat dibayar dari hasil sewa perusahaan," jelas Agus.

Mobil hasil leasing itu pun nantinya dimiliki bersama-sama dengan tugas mengantar pergi-pulang kantor saja. Nah, bila banyak karyawan perusahaan melakukan ini, pasti akan mengurangi kepadatan lalu lintas.

Agus juga mengusulkan untuk membatasi jumlah sepeda motor. Juga memperketat penerbitan SIM A (untuk mobil) dan SIM C (untuk sepeda motor).

Sedangkan untuk transportasi umum, Agus mengusulkan untuk 12 bulan ke depan, sistem busway dibenahi.

"Yang pertama, benahi fleet (armada) bus TransJakarta. Seperti memasang sistem monitor dan ruang pengendali operasional TransJakarta," jelasnya.

Yang kedua, dirinya pernah mengamati, jarak antarbus (headway) yang terlalu jauh mengundang masyarakat untuk menyerobot busway.

"Saya mengusulkan headway maksimal 5 menit agar tidak ada penumpukan penumpang dan masyarakat yang menyerobot," imbaunya.

Agus juga mengusulkan segera membangun off street parking untuk penumpang TransJakarta di beberapa halte utama. Dan menurunkan tarif parkir kendaraan di tempat parkir tersebut hingga orang mau menggunakan bus TransJakarta.

"Dan kelola TransJakarta sebagai korporasi atau perusahan sehingga bisa segera beli bus tambahan," jelasnya.

Menurutnya, persoalan nyata di lapangan sudah jelas di depan mata. Perlu ketegasan pemimpin Jakarta untuk mengurai kemacetan di jalan.

"Menurut saya, perlu pemimpin yang mumpuni, tegas, berani, kreatif dan agak gila," tegas dia.

(nwk/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads