Melihat kultur yang menyedihkan itulah sebuah organisasi nirlaba, Road Safety Association (RSA) membuat kampanye 'anti lawan arah'.
Kampanye awal mereka lakukan di kawasan Jalan Proklamasi, Jakarta. Disini terungkap bahwa aksi lawan arah ternyata merupakan fenomena yang menyedihkan mulai dari ratusan motor, bajaj, mobil, bahkan bus kota berani melakukan hal tersebut meski diujung jalan terdapat polisi yang berjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Beberapa spanduk mereka bentangkan untuk menyindir para pelanggar. Ada yang malu lalu berbalik arah untuk tidak melawan arah, tapi banyak pula yang cuek dan terus melakukan aksinya.
Spanduk-spanduk seperti 'Lawan arah = Gayus, 'Lawan arah denda Rp 500 ribu', 'Lawan arah = Haram Jadah', 'Lawan arah, sudah salah ga mau ngalah', 'Lawan arah otak lo parah' dibentangkan dipinggir jalan proklamasi dengan cara dipegang oleh para aktifis keselamatan jalan yang kebanyakan merupakan anggota klub otomotif ini.
"Masyarakat saat ini begitu gampang melanggar peraturan. Karena itu Indonesia butuh aturan yang tegas dan aparat yang juga tegas," timpal Bro dito dari Divisi Kegiatan RSA. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?