Hal itu adalah secuil kisah yang coba dibeberkan dalam buku 'Hiruk Pikuk Bersepeda Motor' yang ditulis oleh blogger Edo Rusyanto yang diluncurkan hari ini.
Angka 50 juta unit tadi pun dipastikan akan terus merangkak naik mengingat sepeda motor masih menjadi alat transportasi alternatif bagi masyarakat Indonesia. Maklum, transportasi massal umum dinilai belum mampu mendukung secara maksimal mobilitas masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana tidak, per akhir 2010, dari 11 juta kendaraan yang ada di Jakarta, sekitar 8 jutanya adalah motor.
"Makin tingginya populasi motor di Indonesia adalah bukti ketidak-mampuan pemerintah memberi angkutan umum yang layak," ujar Edo dalam peluncuran bukunya di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (12/1/2011).
"Populasi yang tinggi ini juga menimbulkan dilema. Di satu sisi motor menjadi alternatif kendaraan, di sisi lain minimnya kesadaran membuat motor menjadi kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan," tambahnya.
Karena itulah Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang memberi kata pengantar buku ini, menilai bahwa menurunkan angka kecelakaan dan menciptakan lalu lintas jalan yang aman dan tertib tak bisa hanya dilakukan sendirian oleh pemerintah. Semua pihak harus bekerja sama.
"Saya harapkan buku ini bisa menjadi salah satu bacaan untuk menularkan kesadaran bersepeda motor yang bersahabat dan santun di jalan, untuk terwujudnya perilaku bermotor yang humanis," kata Bambang Susantono dalam kata pengantarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?