Pembatasan Premium di Mata Pengguna Mobil

Pembatasan Premium di Mata Pengguna Mobil

- detikOto
Jumat, 10 Des 2010 15:50 WIB
Pembatasan Premium di Mata Pengguna Mobil
Jakarta - Pembatasan Premium tinggal sebentar lagi. Tidak perlu menunggu lama, rencana kontroversional ini pun langsung disambut pro kontra dari masyarakat pengguna mobil.

Ada masyarakat yang mengatakan kalau rencana ini akan membebani hidup mereka, ada lagi yang berpandangan pelarangan penggunaan Premium ini berguna untuk 'mengusir' orang kaya yang selama ini masih menggunakan subsidi pemerintah.

Saat ini pemerintah masih menggodok dan menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada 2011. Opsinya pertama adalah larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak benar (langkah pemerintah) ini. Kita semua harus menolak. Kita harus
lawan kebijakan ini," ungkap pengguna mobil Suzuki Karimun lansiran tahun 2005, Usmar Ismail ketika ditemui detikOto di salah satu SPBU di Jakarta Selatan, Jumat (10/12/2010).

Lebih lanjut Usmar beranggapan kalau masalah sebenarnya bukanlah ada di
masyarakat, melainkan ada di pemerintah sendiri. "Semua ketidakmampuan pemerintah menghadapi masalah itulah yang dibebankan ke kita," tambahnya.

Pendapat senada diungkapkan oleh Mursidi yang mengendarai Toyota Avanza 2004. Mursidi beranggapan kalau dirinya akan kesulitan bila dipaksa menggunakan bensin non subsidi. Alasannya sederhana, peralihan konsumsi bensin bersubsidi ke non subsidi akan membuat pengeluaran bertambah. Padahal pemasukan yang dia terima tidaklah bertambah.

"Dan sebenarnya ini kan gara-gara macet. Pemerintah coba mengurai macet, jadi merembet ke semua," ujarnya.

Sementara bila disuruh memilih larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005, seorang pengendara bernama Hakim memilih opsi pelarangan penggunaan Premium untuk mobil yang di atas tahun 2005 saja.

"Selain speknya memang sudah mengharuskan, kita bisa anggap pembeli mobil baru lebih mampu dibanding pembeli mobil lama. Jadi kalau mau hanya 2005 keatas saja," ungkap pengguna Toyota Great Corolla tahun 1995 ini.

Di pihak lain, ternyata ada masyarakat yang setuju mengenai rencana pemerintah ini. Seperti Afnan yang mengendarai Daihatsu Xenia 2008. Dia bersedia pindah menggunakan bahan bakar non subsidi bila memang pemerintah menerapkan peraturan itu.

"Saya sangat setuju. Habis daripada lihat mobil mewah dan orang-orang kaya itu pakai Premium, sekalian saja semua plat hitam dilarang," pungkasnya.

Pro kontra mengenai rencana pemerintah ini pun dipastikan akan terus berlanjut. Apalagi pemerintah mengaku harus 'nombok' menambah lagi subsidi BBM karena melewati quota yang ditentukan. Untuk 2010, kuota BBM Premium melampaui 36,5 juta KL.

"Itu memang taktik pemerintah yang membuat perdebatan di antara masyarakat. Pertama kita disuruh berdebat antar pengguna mobil bermesin kecil dan besar. Setelah itu mobil lama dan mobil baru. Lalu mobil mewah dan mobil biasa. Setelah kita semua debat, barulah pemerintah bicara sok bijak 'Ya sudah untuk mengakomodir semuanya, lebih baik kita larang saja semua plat hitam'. Padahal memang itu rencana awal mereka, yakni menghentikan subsidi," papar Usmar.

Bagaimana menurut Anda?

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads