State Farm and Harris Interactive yang menunjukkan laporan tersebut setelah sebelumnya melakukan survei kalau mengemudi sambil SMS-an bahayanya sama dengan nyetir sambil mabuk.
"Hasil survey menunjukkan, remaja lebih sedikit melihat SMS-an saat mengemudi berakibat fatal, dibandingkan dengan mabuk saat mengemudi," ujar tulis State Farm seperti dikutip egm car tech, Minggu (26/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei menunjukkan kalau masih banyak remaja menganggap kalau kemungkinan kecelakaan masih lebih tinggi ketika mabuk saat mengemudi, dibanding SMS-an saat mengemudi.
Survei ini dilakukan pada bulan Juli kepada 697 remaja AS usia 14-17 tahun. Dewan Keamanan Nasional memperkirakan bahwa 200.000 kecelakaan terjadi setiap tahun disebabkan oleh SMS-an sambil nyetir.
(bgj/ddn)










































