Beberapa lama kemudian Innovers (sebutan akrab buat member Innova Community) lainnya mulai berdatangan dan suasana menjadi semakin ramai dan penuh canda tawa bersama.
Para Innovers yang sudah hadir sepakat untuk bergeser ke Rest Area KM 57 untuk menghindari macet di Tol Cikampek jika semakin siang, sambil menunggu Innovers lain merapat. Ternyata Tol Cikampek pagi itu relatif lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian panitia menggelar coaching clinic smart driving dan tata tertib konvoi dan disepakati berkumpul kembali sebelum keluar tol di gerbang Pasteur Bandung.
Untuk merapatkan barisan sepanjang tol Cipularang, beberapa Innovers ada yang melakukan 'Italian tune up' untuk sekedar meringankan mesin dan juga ada yang melakukan tes mesin seusai modifikasi ringan yang ada.
Kemudian berkumpul kembali beberapa KM sebelum exit Tol Pasteur dan kembali berfoto.
Menurut Ketua Panitia Frans E Mulyawan, acara ini bertujuan mensosialisasikan perilaku mengemudi yang baik di jalan raya, menunjukkan keunggulan produk Toyota yaitu Kijang Innova serta mempererat rasa kebersamaan di antara sesama anggota Innnova Community.
Selain itu menurut Gandhi Harsono yang Ketua Umum Innova Community, kegiatan ini akan merupakan suatu rangkaian tak terpisahkan dari kegiatan Smart Driving Campaign dimana kegiatan utama tahun ini akan segera diadakan oleh Innova Community di akhir tahun ini.
Begitu rombongan Keluar di Pasteur, disana sudah siap anggota Kepolisan Daerah Bandung untuk mengawal perjalanan kami di Bandung.
Innovers yang didominasi warna silver dan hitam tetapi terselip warna beige (Bro Sengus yang menggunakan velg Camry) pun meliuk-liuk lincah di antara lalu lintas Bandung yang padat di hari-hari weekend.
Kemudian sampai di Lembang dan diawali santap siang bersama, dengan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk dan lalapan khas Sunda yang ada. Yummmy...
Setelah sampai di La Oma, Lembang, pembagian kamar pun dimulai dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Foto-fotonya sih enggak lama, pengaturannya yang lama, tetapi akhirnya didapatkan βkomposisiβ yang tepat untuk pemotretan tersebut.
Selesai acara foto-foto, acara bebas pun dimulai, ada yang duduk santai, ada yang bobo, ada pula yang makan tahu tauhid yang yummy.
Kemudian dilanjutkan dengan acara berenang di kolam hangat La Oma, cukup seru, tetapi kembali diskusi yang ada seputar modifikasi.
Selesai berenang, dilanjutkan dengan acara makan malam bersama dengan hiburan band.
Menu yang ada cukup menggugah selera apalagi diiringi dengan live music yang ada. Bagi anak-anak disediakan acara games yang menggembirakan dan juga tersedia puluhan hadiah yang intinya semua anak ikut gembira dan dapat hadiah.
Kemudian diskusi ringan seputar Kijang Innova dan dilanjutkan dengan coaching clinic ringan seputar smart driving untuk keselamatan bersama.
Selesai makan malam, beberapa Innovers ada yang bersenang-senang di api unggun dan ada juga yang melanjutkan berendam air belerang di Ciater.
Selesai berendam dan kembali ke La Oma, ada yg langsung beristirahat, ada juga yang nonton bola dan bercanda sampai larut malam.
Minggu pagi 20 Juni 2010
Dimulai dengan santap pagi di La Oma, dengan bermacam-macam pilihan, mulai dari roti selai, sereal, nasi goreng dan menu-menu lainnya.
Sambil bersantai, ada beberapa Innovers yang sudah pulang dahulu dan ada juga yang masih santai ngobrol-ngobrol di resto.
Topik obrolannya pun bermacam-macam baik seputar investasi, dunia pekerjaan, gadget-gadget yang canggih maupun perkiraan next generation of Innova.
Perjalanan pulang pun relatif lancar tanpa halangan dan akhirnya penulis maupun beberapa rekan innovers sampai di rumah dengan selamat dan membawa sejuta kenangan yang indah bersama innovers di acara Toyota Family Smart Driving Camp 2010 ini.
Catatan Redaksi:
Komunitas mobil Anda punya acara? Kirim saja artikelnya ke sini! Jangan lupa mengirim foto.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?