Volvo Station Wagon 1992 miliknya.
Di parkiran Rumah Sakit Hosana, Narogong, Bekasi, Volvo stasion wagon bertransmisi otomatis yang juga dilengkapi dengan turbo tersebut menjadi penanda
kehadirannya oleh setiap pasien yang berkunjung.
Jadi, setiap pasien yang hendak kontrol kesehatan, biasanya menandai ada tidaknya sang dokter di Rumah Sakit dengan hanya melihat mobilnya di pelataran parkiran saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepertinya, kebanggaan sang dokter spesialis syaraf (neorologi) ini bukan tanpa alasan, karena memang secara tampilan Volvo miliknya masih terlihat apik dan resik.
Tidak banyak perubahan yang dilakukan, justru tampang orisinal inilah yang hendak dipertahankan, yang cukup dipermanis dengan pengaplikasian pelek berukuran
22 inci.
Begitu pula pada ruang kabin yang tetap dibiarkan asli pabrikan, termasuk head unit yang masih bawaan pabrik. Chandra hanya melengkapinya dengan power 4 chanel
saja.
Elegan, antik, sekaligus unik. Begitulah kesan yang terlihat. Dan tidak hanya cantik tampilan saja, mesinnya pun sejauh ini belum ada gangguan sama sekali.
Dokter Chandra mengungkapkan, ternyata anggapannya selama ini kalau mobil Eropa lawas itu mahal dan ribet perawatannya adalah salah kaprah.
"Karena ternyata, Volvo saya partnya tidak mahal, ketersediaannya juga lengkap, dan bengkelnya banyak, jadi tidak sulit merawatnya," akunya.
Bahkan, tambahnya, bila dibandingkan dengan beberapa merek mobil Eropa lain yang sebelumnya pernah juga ia gunakan, Volvo jauh lebih efisien dalam hal perawatan.
Dan kalau namanya sudah hobi mobil, meskipun beraktivitas sebagai dokter, Chandra tetap menyempatkan diri untuk merawat Volvo kesayangannya itu. "Bahkan, saat kuliah, saya sempat dijuluki 'dokter mobil'," ujarnya.
(bgj/ddn)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus