Seperti yang terjadi pada sepeda motor Road Eagle Motor Club (REMC) asal Indonesia dan Road Eagle Motor Club (REMC) asal Munich, Jerman.
Bedanya, Road Eagle Motor Club (REMC) asal Indonesia didirikan pada 17 Agustus 1997, sementara Road Eagle Motor Club (REMC) asal Munich Jerman diresmikan pada 1977.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat kontak-kontakan dengan bikers Road Eagle Motor Club (REMC) asal Munich, Jerman (Billy) setahun lalu karena ada nama klub motor yang sama. Namun bukannya malah saling bermusuhan tapi malah saling menerima. Seiring waktu
berjalan dia malah tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Dan itu dia sampaikan langsung pada saya," cerita El Presidente REMC Rian Leleng kepada detikOto.
Langsung saja Rian dan member REMC Indonesia menyambut baik niat bikers asal Jerman itu. Lawatan pun dilangsungkan pada Jumat, 26 Maret 2010 hingga 30 Maret 2010.
Tiga bikers Jerman tersebut adalah Billy, Jager dan Eva dimana ketika sampai di Jakarta langsung diarahkan oleh member Road Eagle Motor Club (REMC) Indonesia di salah satu Hotel di jalan Jaksa, Jakarta Pusat sesuai keinginan ketiga bikers
tersebut.
"Mereka telepon dan bilang jangan disediakan hotel yang bagus. Mereka maunya yang biasa-biasa saja. Karena mereka datang ke Indonesia hanya untuk menemui Road Eagle Motor Club (REMC) Indonesia," ucap Rian menuruti perkataan Bikers asal Jerman itu.
Kekeluargaan pun langsung terjalin erat diantara kedua klub yang memiliki kesamaan nama itu. Pesta bikers pun dimulai dengan mengundang beberapa pecinta roda dua negeri ini untuk
menyambut keriga Bikers asal Negeri Hitler itu antara lain Brotherhood, Blind Eagle Jakarta, Motor Antik Club Indonesia (MACI) yang bertempat di Basecamp REMC Indonesia di jalan Selamet No 9 Guntur, Jakarta Selatan.
Akibat kekeluargaan yang terjalin, member Road Eagle Motor Club (REMC) asal Munich, Jerman mengatakan akan kembali lagi ke Jakarta dan menikmati kesamaan meskiΒ berbeda negara. "Rian tahun depan saya akan datang lagi," ucap Rian meniru perkataan Billy.
"Kita anak motor dan bukan geng motor dan kita kumpul beda klub dan beda personal bukan berarti masalah. Dan bisa dilihat kalau dari perkumpulan itu terjalin kekeluargaan," tegas Rian.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan