Hampir seluruh remaja yang telah membawa kendaraan sendiri entah itu mobil maupun motor sesungguhnya belum matang secara emosional dan belum cukup kompetensinya untuk berkendara.
"Berdasarkan statistik, kecelakaan di negara kita banyak didominasi oleh kelompok umur 18 sampai 25 tahun. Mereka yang paling rentan," papar Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu ketika berbincang dengan detikOto, Jumat (19/3/2010).
Untuk masalah emosional, menurut Jusri, remaja cenderung tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga terkadang mengambil keputusan yang tidak menguntungkan. Hal tersebut ditambah dengan kurangnya tingkat kompetensi remaja-remaja di Indonesia.
Dan hal itu lanjut Jusri bukan hanya terjadi di Indonesia saja tapi di hampir semua negara dunia ketiga, dimana kemampuan remaja membawa kendaraan itu hampir semuanya hanya berdasarkan pengalaman saja, bukan berdasarkan ilmu yang di dapat dari sebuah training.
"Ini yang membuat mereka tidak siap bila menghindari atau menghadapi sebuah kejadian di jalan. Mereka tidak bisa memanage diri dan risiko karena pengetahuan mereka tentang bahaya sangat minim sehingga mengambil keputusan dan aksi di
jalan pun jadi malah berbahaya," ujarnya.
Dalam beberapa bulan terakhir terjadi banyak sekali kecelakaan yang melibatkan remaja. Bahkan beberapa diantaranya mendapat sorotan yang cukup besar seperti ketabrakan mobil dengan kereta di perlintasan kereta api (KA) di Medan, Sumatera
Utara yang terjadi hari ini.
Kecelakaan itu terjadi karena pengemudi mobil Kijang Innova tersebut sedang asyik menggunakan handphone. Nah Mobil Kijang Innova yang dikemudikan Egi Silvana, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Atau sebuah Honda Jazz yang nyemplung ke kolam di Bundaran HI pada tiga hari lalu karena emosi yang tidak tertahan untuk melakukan kebut-kebutan liar, namun tanpa disertai skill balap yang mumpuni.
Untungnya tidak terdapat korban jiwa di kecelakaan itu dan semua penumpang Honda Jazz itu hanya mengalami luka-luka saja.
Dan yang paling naas adalah kecelakaan yang melibatkan 5 orang remaja dengan sebuah Toyota RAV4, yang dikemudikan oleh remaja yang belum memiliki SIM. Berdasarkan keterangan dari kepolisian, kendaraan itu melintas hingga ke kecepatan 120 km/jam dan langsung meniking tajam di Jl Rasuna Said.
Tak anyal, mobil pun kehilangan keseimbangan dan terpental. Saking parahnya pengemudi RAV4 itu sampai terpental hingga ke balkon rumah yang di tabraknya karena tidak menggunakan sabuk pengaman. Alhasil 3 dari lima orang penumpang tewas seketika dan 2 lainnya koma.
"Itu semua terjadi karena kekurangpahaman tentang cara berkendara yang aman," pungkas Jusri.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar