Uji Emisi Bukan Karena Takut Tilang

Uji Emisi Bukan Karena Takut Tilang

- detikOto
Selasa, 03 Nov 2009 15:03 WIB
Uji Emisi Bukan Karena Takut Tilang
Jakarta - Masyarakat Jakarta yang memiliki kendaraan roda empat sengaja datang ke bengkel uji emisi. Mereka menguji mobilnya bukan karena takut ditilang akibat kedapatan gas buang CO2 melebihi ambang batas yang ditentukan.

"Saya bukan karena takut ditilang, tapi saya memang menginginkan udara di Jakarta bebas dari polusi saja," kata Bernard yang kedapatan tengah mengecek emisi gas buang mobil KIA Sedona di bengkel NAWILIS, jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2009).

Menurutnya, kesadaran itu dari diri masing-masing pengguna jalan. "Dan tanpa penilangan pun kalau semua pengendara sadar dengan tingginya gas buang kendaraan akibat banyaknya mobil yang berkeliaran di Jakarta, pasti dilakukan uji emisi dengan sendirinya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak Bernard saja, pengendara lainnya yang kedapatan sedang mengecek emisi kendaraannya juga mengatakan keharusan uji emisi tidak perlu ditakuti dengan tilang.

"Tilang itu tidak efektif. Hanya saja seharusnya pengguna jalan sadar dengan polusi akibat
kendaraanya," ujar wanita yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Seperti saya, saya tidak kaget dengan adanya keharusan uji emisi karena saya
juga rutin ngecek emisi gas buang mobil saya secara rutin 6 sekali di bengkel
ini," imbuh wanita pengguna hatchback Swift warna coklat ini.

Pemilik mobil lain yakni Jhony Mardi mengaku setuju dengan uji emisi. "Saya suka rencana itu. Dan saya memang mau uji emisi untuk menciptakan udara yang bebas polusi," ujarnya

Pria pemilik BMW seri 3 keluaran 2005 itu pun berharap uji emisi ini bisa berjalan terus.

Selain Jhony, Bernard pemilik KIA Sedona 2003 juga menyatakan hal sama. Bernard mengaku, sebagai warga negara yang baik harus mengikuti aturan main Pemprov DKI. "Karena itu saya datang ke bengkel yang telah disertifikasi uji emisi," kata Bernard.

Tidak lain, lanjutnya hanya untuk memuluskan rencana pemerintah yang ingin semua kendaraan di Jakarta bebas dari polusi. "Lagi pula banyak untungnya. Pertama kita tahu mobil kita rusak atau tidak, kedua pastinya menciptakan lingkungan bersih," pungkasnya.

"Untuk itu saya buru-buru datang ke bengkel yang telang ditunjuk," lanjutnya.

Bengkel NAWILIS yang terletak di jalan Radio Dalam itu hingga pukul 11.00 WIB menguji emisi 26 mobil. Benkel tersebut menyediakan sertifikat dan stiker lulus uji emisi. Konsumen cukup membayar Rp 75 ribu untuk sekali uji emisi.



(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads