Helm SNI Jangan Cuma Jadi Aturan Main-main

Helm SNI Jangan Cuma Jadi Aturan Main-main

- detikOto
Rabu, 15 Jul 2009 12:15 WIB
Helm SNI Jangan Cuma Jadi Aturan Main-main
Jakarta - Pemberlakuan aturan helm wajib SNI dikhawatirkan bakal senasib dengan peraturan lainnya. Pemberlakuan aturan ini dianggap akan menghilang seperti peraturan-peraturan yang sebelumnya.

Hal ini diungkapkan salah satu anggota komunitas motor Yamaha King’s Club Djakarta (KCDj).

"Paling peraturan ini hanya main-main saja dan tidak serius," kata penasehat KCDj, Babe kepada detikOto disela-sela Yamaha marketing idea competition di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Selasa (13/7/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mencontohkan seperti aturan larangan masuk ke Jalan Sudirman untuk motor 2 tak. Dan nyatanya hal itu terus dilakukan pengendara roda dua 2 tak dan tidak ada tindakan tegas, malah komunitas KCDj sendiri tetap bisa melintas di jalan yang dilarang tersebut.

"Seperti pelarangan motor 2 tak jalan di Sudirman, nyatanya teman-teman masih bisa melintas di jalan itu, mana buktinya?" ujarnya.

Bukan itu saja, Babe juga menjelaskan masih banyak peraturan yang seharusnya diterapkan malah sebaliknya, dan tidak ada tindakan tegas dari aparat kepolisian.

Sebagai pengingat, pemerintah telah menerapkan agar roda dua menyalakan lampu di siang hari beberapa tahun lalu, namun keharusan itu hilang dimakan waktu.

Tidak itu saja, pemerintah juga menegakkan agar sepeda motor melintas di pinggir jalan, alibinya untuk menghindari kecelakaan fatal pada roda dua, dan nyatanya peraturan itu juga hilang.

Di sisi lain, jika penerapan kebijakan Helm SNI ini benar-benar ditegakkan yang intinya untuk keselamatan pengguna roda dua, Babe mengatasnamakan Yamaha King’s Club Djakarta (KCDj) siap mendukung program pemerintah yang bijaksana itu.

"Jika pemerintah benar-benar menegakkan keharusan pemakaian helm SNI dengan tujuan keselamatan pengguna roda dua, saya atas nama Yamaha King’s Club Djakarta (KCDj) siap mentaati peraturan tersebut," imbuhnya.

Bahkan tidak itu saja, lanjut Babe, dia juga meminta aparat yang berwenang menerapkan peraturan-peraturan lainnya untuk keselamatan riders.

"Dan jangan asal sosialisasi lalu ditegakkan terus hilang begitu saja, kan percuma," cetusnya.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads