Karena menurut mereka istilah moge itu tidaklah sebatas pada motor bermerek Harley saja.
Masih banyak dari merek lain yang juga memiliki motor berkapasitas mesin yang besar, jadi tidak hanya Harley-Davidson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasihan Harley, diobok-obok dan dizalimi terus," keluhnya.
Apalagi setelah terjadi kasus pemukulan bikers moge kepada seorang pengendara mobil di Puncak, Bogor pada 24 Mei 2009. Akibat pandangan masyarakat yang selalu berpikir moge adalah Harley, maka mereka pun kena getahnya dan menjadi sorotan masyarakat.
"Padahal setelah kita selidiki, bikers tersebut tidaklah menggunakan Harley, tapi motor besar bermerek Yamaha," ujarnya.
Karena itulah Mabua yang menjadi ATPM Harley di Indonesia pun merasa terpanggil untuk mengklarifikasi semua ini. "Banyak konsumen kami yang sekarang jadi enggan menggunakan motor mereka," tandasnya.
Namun begitu, Djonnie mengaku bahwa baik pihaknya maupun komunitas pengguna motor Harley seperti Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) maupun Harley Owners Group (HOG) tidak akan menuntut balik atau menuntut permintaan maaf dari pihak-pihak yang merugikan image mereka itu.
Sementara di tempat yang sama, Sekjen HDCI Pusat Joko Saturi pun menjelaskan bahwa untuk mengenali bikers itu dari klub mana, cukup lihat dari rompinya saja.
Karena para bikers khususnya yang menggunakan Harley selalu mengenakan rompi yang menuliskan dari komunitas mana mereka berasal.
"Seperti ini," ujar Joko sambil menunjuk tulisan HDCI di belakang rompinya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok