Bandung Kota Land Rover

Bandung Kota Land Rover

- detikOto
Kamis, 25 Jun 2009 13:00 WIB
Bandung Kota Land Rover
Jakarta - Bentuknya yang unik dan tak lekang dimakan oleh zaman menjadi alasan mengapa Land Rover atau Landy banyak digemari para hobies di Bandung.

Tak ayal, Bandung sebagai kota kreatif memiliki predikat kota dengan pemilik Landy terbanyak dibandingkan kota manapun di Indonesia.

Di awal terciptanya prototipe pertama dengan mesin P6 dan 1,6 liter dan jarak sumbu roda 80 milimeter pada tahun 1948 di Amsterdam Motor Show, Landy mendapatkan sambutan luar biasa dari para pengunjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prototipe tersebut kemudian dikenal dengan Series 1 awal dan pada 1951 produk tersebut sold out alias laris.

Kemunculan Landy sendiri dibuat untuk pemenuhan kebutuhan kendaraan yang mampu melintasi wilayah pertanian dengan medan berat.

Selain itu, Landy juga dibutuhkan untuk mampu mengangkut hasil pertanian yang terbilang memiliki bobot berat.

Meski telah 61 tahun lepas dari kelahirannya, Landy tetap menjadi salah satu pilihan transportasi sebagian orang. Bentuknya yang unik dan tidak banyak perubahan yang terjadi dari tiap pegembangannya menjadi alasan mengapa Landy menarik perhatian para penggemarnya.

"Landy punya nilai seni tersendiri, bentuknya unik dan seksi," papar Sekretaris Land Rover Club Bandung (LRCB) Tahar Oesman kepada detikOto.

"Dibandingkan dengan mobil pabrikan Jepang, konstruksi Landy tidak mengalami banyak perubahan dari seri ke serinya dan tetap mengandalkan body kotaknya," sambung Tahar.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 500-600 Landy yang ikut bergabung dalam klubnya tersebut. "Itu baru yang terdaftar, belum lagi yang tidak terdaftar, mungkin ada seribuan," katanya.

Menurutnya, Bandung saat ini memegang predikat sebagai kota pemilik Landy terbanyak dibandingkan dengan kota lainnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan kreatifitas muda-mudi Bandung sendiri, yang dinilai Tahar, mencintai nilai sejarah dan seni dalam meggeluti mobil 4WD pabrikan Inggris ini.

"Kalau di kota lain kemungkinan orang lebih suka menggunakan mobil keluaran baru daripada nyetir Land Rover," jelas Tahar, seraya menambahkan saat ini dirinya hanya tersisa satu unit Landy dari tiga unit yang dimiliki sebelumnya.

Hal senada juga dikatakan oleh anggota LRCB Gani Rustendi. Gani kepincut Land Rover karena bentuknya yang unik dan tidak memmiliki banyak perubahan dalam setiap pengembangannya, dari mulai seri 1 sampai 3 juga perubahan desain menjadi bentuk SUV (Sport Utility Vehicle), hingga Freelander.

"Awalnya memang enak dilihat dan ternyata nyaman juga buat dikendarai," kata Gani.

Selain itu, ia memilih Landy sebagai sarana transportasi karena dirinya aktif di sebuah penyedia jasa outbound. Dimana jarak tempuh yang hanya dimiliki oleh jeep 4x4 yang dikembangkan dua bersaudara Spencer dan Maurice Wilks ini.

"Sampai dengan sekarang Landy memang diciptakan berkelas pun di zamannya dulu. Tampilan sekarang tetap seperti jeep, tapi kenyamanan disesuaikan seperti sedan," jelas Gani yang mencontohkan Freelander dengan harga pasaran selangit.

(ahy/lom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads