Defensive Driving Tak Cukup Sekali

Defensive Driving Tak Cukup Sekali

- detikOto
Senin, 22 Jun 2009 13:00 WIB
Defensive Driving Tak Cukup Sekali
Jakarta - Tingginya tingkat kecelakaan di jalan raya hingga saat ini salah satunya terjadi karena kurangnya antisipasi pengemudi ketika berada di jalan raya.

Kecelakaan sepeda motor tercatat sebagai kecelakan tertinggi di ibu kota Jakarta yaitu sebesar 27 persen, dan kecelakaan mobil pribadi tercatat di urutan ke 2 setelah sepeda motor atau sebesar 16 persen.

Hal itu diungkapkan instruktur dari Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu kepada detikOto di sela-sela acara Always Drive Safe With Nissan Livina Club di Graha Asuransi Astra di jalan TB Simatupang, Minggu siang (21/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, perilaku manusia yang salah mengantisipasi kondisi di sekitar berkontribusi besar menyebabkan kecelakaan.

"Pertama salah asumsi berujung tindakan salah pada si pengemudi di lapangan yang menyebabkan kecelakaan," ujarnya.

Maka dari itu, tegas Julius, perlunya materi Defensive Driving diajarkan pada setiap pengemudi saat ini, agar segala kondisi apapun yang terjadi di jalanan bisa terkontrol dengan baik.

Yang jelas lanjutnya, kalau pengendara bisa menerapkan materi yang diajarkan pada pelatihan dan benar-benar konsen serta tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas maka tidak akan salah mengambil keputusan ketika di lapangan.

"Intinya kecelakaan bisa terhindarkan jika pengendara memahami materi yang ajarkan," ucapnya.

Saat ini pelajaran yang diberikan oleh Jakarta Defensive Driving Consulting antara lain menghormati sesama pengguna jalan, bersikap defensif serta mengutamakan aspek keselamatan hingga mengenali penggunaan fitur lampu pada mobil.

Namun, Julius berkeyakinan, materi yang diberikan semestinya tidak satu kali pertemuan, tetapi lebih dari satu pertemuan. Hal ini dinilai Julius baru bisa efektif.

Bahkan, Julius menegaskan kalau materi Defensive Driving baru bisa efektif jika pengendara menerima materi dalam jangka waktu satu tahun, barulah si pengendara bisa benar-benar memahami isi materi yang berikan.

"Satu kali pertemuan saja tidak cukup, harus beberapa kali pertemuan bahkan satu tahun lamanya si pengendara baru bisa menerapkan Defensive Driving di lapangan," kekeh Julius.

(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads