"Waspadai geng-geng motor saat ini, terutama geng motor luar negeri yang ingin membuka afiliasi di Tanah Air, itu bisa membahayakan negara kita," kata Ketua Chopper Baztard Krishna Utama ketika ditemui detikOto, akhir pekan lalu.
Soalnya beredar berita miring yang terkait kriminal dari klub motor di negara asalnya, dan itu menurutnya bukan isu. Seperti kejahatan di jalanan, penyelundupan senjata api, penyelundupan minuman keras, sampai perdagangan narkoba yang biasa mereka jalankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan selama ini komunitas atau klub motor saat ini citranya sudah cukup baik di mata masyarakat. Dan jangan sampai citra komunitas motor kembali buruk dengan adanya geng-geng motor ini.
"Apa jadinya kita bila klub motor tersebut benar-benar membuka chapter di Indonesia," ungkapnya.
Ketidaksetujuan juga datang dari komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) selaku klub motor dengan strata tertinggi di Indonesia.
Ia berpendapat bila klub motor Bandidos membuka chapter di Indonesia itu harus melewati ketentuan-ketentuan yang ada, tidak semudah itu. Apalagi berita miring tentang mereka yang tersebar luas di internet.
"Selain itu, bila klub motor asing yang ini membuka chapter di Indonesia itu harus menyertai persetujuan klub-klub motor yang berdiri saat ini," ujar Sekjen HDCI pusat Joko Saturi ketika dihubungi detikOto.
Dalam pertemuan yang diadakan di daerah Jakarta beberapa waktu lalu, saat ini sudah ada beberapa klub motor Jakarta yang menolak dengan kehadiran klub motor Bandidos.
Perwakilan dari Bandidos sendiri belum bisa dimintai komentarnya mengenai hal ini.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India