Tertiblah di Jalan Bro...

Tertiblah di Jalan Bro...

- detikOto
Rabu, 17 Des 2008 09:27 WIB
Tertiblah di Jalan Bro...
Jakarta - Melihat kondisi keramaian (baca: semrawut) lalu lintas Ibu Kota, sudah dalam tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Dengan volume kendaraan roda empat yang padat dan apalagi roda 2 yang..yaa ampuunnn penuh banget!!..

Merupakan suatu hal yang wajib bagi para pengguna jalan untuk lebih mawas diri dengan keadaan ini, untuk tidak terlalu mementingkan kepentingan atau ego di jalan raya.

Sering saya menemui kondisi di jalan raya yang tidak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas, menyepelekan pengguna jalan lain (penyebrang jalan), tidak menggunakan alat keselamatan semestinya ( helmet, sepatu, jacket untuk pengendara motor).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mohon maaf bukan saya menyudutkan pengendara motor karena saya pun adalah penggunanya. Namun saya yakin kepolisian melakukan pengkajian statistik mungkin pengendara motor adalah penyumbang pelanggaran dan kecelakaan terbesar.

Hal ini yang semestinya kita ambil pelajaran bahwa apabila kita menilai diri kita berharga, beradab, sudah barang tentu kita akan selalu senantiasa berhati-hati bahkan dalam berkendara. Karena jalan raya bukan kita sendiri yang pakai.

Memang industri otomotif saat ini menjadi salah satu primadona ekonomi kita terutama produksi motor pertumbuhannya sangat cepat, tetapi sekali lagi bukan hal minoritas atau mayoritas, superior atau inferior.

Karena jumlah motor paling banyak di jalan raya, pengendaranya bisa semau-nya di jalanan. Ingat bahwa motor kita rodanya hanya dua, keselamatan pengendara hanya didukung helm (itu pun kalau standar aman) setiap kejadian kecil apapun jiwa pengendara motor selalu paling rentan apabila terjadi kecelakaan.

Maka kita harus merasa jiwa kita sangat berharga bagi diri sendiri dan keluarga. Saya pernah membaca salah satu berita di negaranya Bang Obama, bahwa di sana kecelakaan di jalan raya menjadi faktor terbesar penyebab hancurnya ekonomi suatu keluarga (kepala keluarga yang meninggal atau cacat permanen tidak bisa lagi menafkahi keluarganya).

Apakah kita tega melakukan itu pada keluarga kita? hanya karena ego pengen kelihatan paling jago di jalan? Maka mulai saat ini mari kita benahi bahwa tidak ada ruginya kita saling mendahulukan kepentingan umum di jalan raya, apabila suasana jalanan tertib kita pula yang akan merasa nyaman, bukan?

Dan barang tentu bagi aparat berwajib seharusnya lebih tegas terhadap pelanggaran di jalan raya, karena semakin tertib, rendahnya tingkat kecelakaan pekerjaan aparat pun semakin ringan.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads