Seperti dilansir AFP, Jumat (17/10/2014) pemimpin geng motor 'No Surrender' Klaas Otto--sebuah geng motor yang memiliki cabang hampir di semua negara Eropa-- kepada stasiun radio NOS mengatakan, anggotanya telah bergabung dengan pasukan Kurdi.
"Tiga anggota kami telah menuju ke Mosul, Irak Utara (wilayah Kurdi), untuk bertempur melawan kelompok ISIS," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ron dari Belanda telah bergabung dengan Kurdi untuk memusnahkan tikus-tikus itu (ISIS)," demikian bunyi keterangan foto itu seperti dilansir New York Post.
Keberangkatan anggota geng ke medan tempur itu juga mendapatkan restu dari masyarakat Belanda. Tentu, itu berbeda dengan negara-negara lain yang justru melarang anggota masyarakat yang ingin bergabung dengan pasukan Irak atau Suriah yang berperang melawan kelompok ISIS.
"Bergabung dengan kekuatan bersenjata asing sebelumnya memang dilarang oleh hukum. Tetapi, sekarang itu tidak dilarang lagi," ujar Wim de Bruin, seorang warga negara Belanda. "Anda hanya tidak bisa bergabung (dengan pasukan lain) untuk berperang melawan Belanda,β ucapnya.
Sementara itu, milisi Kurdi yang bertempur sengit dengan pasukan ISIS di kota perbatasan Kurdi dengan Suriah di dekat Turki dikabarkan terus merangsek kelompok ekstrim tersebut.
Pasukan itu, juga terus mendapatkan bantuan kekuatan dari sejumlah kelompok dan negara yang bersimpati kepada mereka, termasuk anggota geng motor.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?