Orang bilang mengalah kadang lebih baik daripada sama-sama ngotot. Prinsip itu rupanya dipegang Otolovers yang satu ini, Dedy jika menemui pemotor galak di jalanan.
"Kalau saya mendingan mengalah daripada berantem di jalan dengan pengendara motor yang tidak mau kalah karena pemakai motor bisa dikatakan Raja Jalanan," ujar Dedy.
Dia menambahkan dari pengalamannya yang hampir setiap hari terjadi adalah di saat dirinya memberi orang atau kendaraan lain kesempatan menyeberang, tetapi motor dari arah belakang lewat lajur sebelah kiri masih nekat mlintas tanpa juga ikut berhenti memberi kesempatan orang yang mau nyebrang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu pula di saat hujan, pengendara motor yang gak bawa jas hujan suka berteduh di bawah kolong jembatan/flyover, dan itu menimbulkan kemacetan yang luar biasa," tambahnya.
Dedy meminta para pengendara motor yang galak itu berhati-hati di jalanan. "Jangan merasa menjadi raja dijalan dan seenaknya sendiri. Mari kita budayakan jadi pelopor keselamatan dalam berkendara," ujarnya.
Senada dengan Dedy, Wahyu Widyatmoko mengakui pemotor sekarang lebih galak.
Wahyu yang juga pemotor merasa prihatin dengan tindak tanduk pemotor galak, seperti dulu-duluan di garis putih. "Saya sampai heran, mau cari apa sih mereka? Toh kalau semakin ke depan lampu merahnya jadi tidak terlihat, nah giliran lampu sudah hijau malah bengong," ujarnya sambil tersenyum.
Karena itu lah Wahyu yang mengendarai motor gede ini lebih memilih mengalah saja.
"Saya sih karena motor saya gede lebih mengalah dari motor kecil yang suka main selonong boy aja. Belajar sabar dan nikmati kemacetan intinya. Kalau mau cepat, pake helikopter aja ya, masbro, mbaksis," tuturnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya