Yang terbaru adalah rombongan motor gede Harley di Kediri. Ketika berkonvoi mereka menggunakan suara sirine seperti patwal, dan beberapa kali melanggar marka jalan.
"Bukannya saya sirik karena enggak punya Harley, cuma kalau dinalar, itu orang bisa beli motor segitu mahal ratusan juta berarti kan mereka itu sangat amat berpendidikan, nggak goblok kayak saya," ujar Freema H Widiasena dalam surat elektronik yang diterima detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah kalau jenis motor mereka Harley, lantas memang mereka punya hak yang berbeda di jalan ketimbang pedagang pasar, pelajar sekolah, pegawai pabrik, para PNS, atau pengangguran yang sedang melintas?' tanyanya.
Menanggapi hal ini Marketing & Communication Manager PT Mabua Harley-Davidson Yolanda Motoh menegaskan kalau para pengguna Harley-Davidson tidaklah berbeda dengan pengguna jalan lainnya.
"Kalau kita berbicara mengenai aturan lalu lintas, maka kita semua sama. Mau dia pakai motor, pakai mobil, pakai Harley, aturan tetap sama," katanya kepada detikOto.
Dia pun lalu menuturkan kalau meski menggunakan motor yang lebih besar dibanding motor kebanyakan, para pengguna Harley-Davidson pun harus mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku.
"Dari Mabua juga selalu kita tegaskan ke para pengguna Harley alau kita harus mematuhi aturan lalu lintas. Di setiap kampanye safety riding tiap 3 bulan sekali yang kita adakan, kita juga terus tegaskan hal itu," jelasnya.
Dari hasil kampanye yang mereka lakukan, para pengguna Harley-Davidson menurut Yolanda mengerti akan posisinya. "Kalau ada yang melanggar, itu oknum karena kebanyakan sebenarnya taat lalu lintas," lugasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?