Minggu, 04 Agu 2019 22:37 WIB

Listrik Mati, SPBU Tak Bisa Keluarkan Nota untuk Pengendara

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Ilustrasi SPBU Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi SPBU Foto: Rachman Haryanto
Tangerang Selatan - Listrik mati mempengaruhi berbagai aspek masyarakat. Imbasnya menyebar sampai ke SPBU. Gara-gara peralatan elektronik mati karena tidak ada aliran listrik, pengendara tidak mendapatkan nota pembelian bahan bakar.

"Nota nggak bisa keluar nih mas, nggak apa-apa? Error semua gara-gara mati lampu tadi," ujar seorang petugas SPBU COCO Pertamina di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, saat detikcom meminta nota pembelian bahan bakar, malam ini.

"Oh nggak apa-apa mas, lanjut isi saja," jawab detikcom.

Namun mesin yang tidak bisa mencetak bon pasti bikin pengendara lain kebingungan. "Waduh nggak bisa ngeklaim bensin nih saya, nggak ada bon, mudah-mudahan si bos mau maklum. Daripada mogok karena bensin habis, isi sedikit dulu di sini," ujar Anwar, seorang sopir yang ditemui di SPBU tersebut.

Listrik di kawasan Tangsel baru kembali menyala sekitar pukul 18.00 WIB tadi, setelah mati pukul 11.45 WIB. Penyebab padamnya listrik menurut Direktur Pengadaan Strategis 2 Djoko Raharjo Abumanan terjadi karena kelebihan beban listrik di wilayah barat Pulau Jawa khsusunya Jakarta, Bekasi, dan Banten.

"Beban itu yang terbesar ada di sekitar Bekasi, Jakarta, dan Banten," kata dia di Kantor PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019).


Sayangnya, selama ini pasokan listrik yang ada di barat Pulau Jawa belum bisa memenuhi kebutuhan daya listrik yang begitu besar di 3 wilayah itu. Sehingga selama ini kebutuhan listrik di barat Pulau Jawa turut dipasok juga dari sejumlah pembangkit di wilayah Timur Pulau Jawa.

"Karena di Barat hanya andalkan (pembangkit listrik) Suralaya, Cilegon, dan Muara Karang. Muara Karang pun tidak continue, hanya sebagai penyetabil saja," jelas dia.

Siang ini, lanjut Djoko, ada indikasi konsumsi listrik di Jakarta, Bekasi, dan Banten melonjak cukup tinggi namun tak bisa diimbangi dengan kemampuan pasokan listrik yang ada.


Akibatnya, sistem transmisi kelistrikan Ungaran dan Pemalang 500 kV yang melayani Pulau Jawa mengalami gangguan. Ibarat listrik rumah tangga, bila beban konsumsi melonjak melebihi daya yang tersedia maka akan otomatis padam.

"Nah kalau terjadi salurannya ini, listriknya itu terganggu, ini langsung kolaps sistem yang ada di sebelahnya di beban ini satu kawatnya langsung turun tegangannya. Kalau dia turun, pembangkit-pembangkit di sisi barat langsung kolaps semua karena dia tidak seimbang," tegasnya.

Kondisi ini lah yang terjadi tadi siang sekitar pukul 11.47 WIB. PLN terus melakukan perbaikan agar masyarakat bisa kembali terlayani aliran listrik.



Simak Video "Tolak Ganti Rugi Ikan Koi Mati, PLN: Listrik Padam Bukan Disengaja"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com