Rabu, 08 Mei 2019 15:47 WIB

Camry Kecelakaan karena Sopir Ngantuk, Harusnya Segera Istirahat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Lokasi sedan mewah tabrak 2 pejalan kaki dan seorang pengedara ojol di Mampang, Jaksel, Rabu (8/5/2019). Foto: Farih Maulana-detikcom Lokasi sedan mewah tabrak 2 pejalan kaki dan seorang pengedara ojol di Mampang, Jaksel, Rabu (8/5/2019). Foto: Farih Maulana-detikcom
Jakarta - Pengendara sedan Camry mengaku mengantuk ketika mobilnya oleng dan menabrak 2 orang pejalan kaki dan satu pengendara ojek online (ojol) di Mampang, Jaksel. Kondisi mengantuk memang sangat membahayakan bagi pengemudi.

Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan kecelakaan karena pengemudi mengantuk sangat sering terjadi. Ini kasus klasik, katanya.



"Tapi karena kebetulan kejadian pada bulan puasa, ini harusnya menjadi satu isu yang penting bagi para pengguna jalan. Bisa saja faktor kontribusinya adalah stamina atau kualitas istirahat yang berbeda dibanding pada bulan-bulan biasa, bisa saja, kita nggak tahu. karena kita ketahui pada bulan puasa ini adanya ibadah antara lain magrib, tarawih, sahur, belum lagi pola asupan yang berubah, lebih-lebih ini baru 2-3 hari puasa, itu pengaruh kepada kebugaran seseorang itu bisa saja terganggu," kata Jusri kepada detikcom, Rabu (8/5/2019).

Biasanya, kata Jusri, orang yang berpuasa tingkat kebugaran akan menurun, akibatnya tingkat persepsi pengemudi ikut menurun. Kecepatan motorik pengendara dalam menyikapi hal-hal di jalan raya pun lebih lambat.



"Sehingga sederhananya peluang kesalahan pengemudi akan lebih tinggi. Nggak usah kecepatan tinggi, pelan saja kalau kita bergerak, kita bisa hilang kendali kok, apalagi ngebut," ujarnya.

Untuk itu, Jusri menegaskan agar pengendara yang sedang berpuasa mengantuk, sebaiknya segera mencari tempat aman untuk beristirahat. Jangan paksakan tetap berkendara dalam kondisi mengantuk karena bisa berakibat fatal.

"Sangat klasik sekali, kalau ada tanda-tanda fatigue atau letih atau ngantuk, itu segera cari tempat istirahat. Atau, menunda perjalanan kalau belum memulai perjalanan. Menunda atau mengganti moda transportasi, atau kalau ada suruh orang lain yang bawa. Intinya dia tidak boleh mengemudi saat dia letih," tegasnya.

"Ini menjadi pelajaran bagi semua pengguna jalan. Jalan raya sebagai area atau lingkungan tidak aman. Oleh karena itu kalau perlu istirahat atau berhenti, coba berhenti di tempat aman, kalau ada tempat parkir kita berhenti di tempat parkir," katanya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com