Selasa, 22 Jan 2019 12:10 WIB

Fenomena Truk 'Goyang', Jadi Hiburan Sampai Tabrak Pengendara Lain

Ruly Kurniawan - detikOto
Ilustrasi truk goyang Foto: M.Rofiq Ilustrasi truk goyang Foto: M.Rofiq
Bantul - Fenomena truk goyang yang menjadi viral di medsos belakangan ini memakan korban. Kejadian tersebut berlangsung di Jalan lingkar selatan, Kecamatan Sanden, Bantul.

Namun prilaku seperti ini tak selalu dibenci warga Indonesia. Seperti anak-anak di Kota Probolinggo misalkan yang menyatakan bahwa truk 'goyang' adalah hiburan seru bagi mereka.



"Lucu pak, karena bisa goyang-goyang. Ya sengaja nungguin datangnya lama-lama, biar bisa lihat truk goyang," kata Anton, salah seorang anak yang suka merekam video fenomena truk goyang.

Temannya, Riko, sependapat oleh Anton mengenai truk goyang. Ia menjelaskan, sebelum supir truk melakukan aksinya biasanya ia terlebih dahulu membuat janji melalui pesan WhatsApp atau SMS ke supir tersebut. Ketika hendak sampai di lokasi, supir akan memberikan kabar.

"Kita sudah kenal dengan sopirnya pak, jadi enak kalo mau lewat kita dikabari. Kadang ada yang berhenti juga, kalo pas gitu kita foto-foto Selfie dengan truknya, dan sebagai gantinya kita traktir minum kopi pak sopirnya, asyik pokoknya,"terang Riko.

Berbagai pihak ramai menanggapi fenomena ini. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi misalkan yang mengatakan bahwa pengemudi yang melakukan truk goyang akan dikenakan hukuman berat.

"Kalau kayak gitu supirnya nggak hati-hati, apalagi dia sengaja bukan karena lalainya lagi, dia sengaja kayak gitu, kalau ada kecelakaan dia bisa dikenakan pasal lebih berat lagi," ujarnya kepada detikFinance, Senin (21/1/2019).



"Kalau misalnya ada kayak gitu, polisi tau misalnya tidak terjadi kecelakaan ditilang saja, kalau terjadi kecelakaan berarti lebih berat hukumannya, ya kepolisian harus bisa menindak itu," lanjutnya.

Warganet pun ramai mengomentari fenomena yang mirip-mirip dengan 'om telolet om' ini. Sebagian besar meminta untuk kepolisian menindak supir yang melakukan aksi bahaya tersebut.

"Faedahnya apa?," kata salah satu pembaca detikcom, Pangeran Lubis.

"Sangat norak dan membahayakan pengguna jalan," sambung Purwoko.tj.

"Ini karena pemerintah kurang mampu memberikan hiburan, wkwkwkwk," gurau Andy S. Soeprapto. (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com