Catatan Pengendara

7 Perilaku Pengendara yang Menyebalkan saat Mudik 2018

Handoko N Soetrisno - detikOto
Kamis, 05 Jul 2018 16:16 WIB
7 Perilaku Pengendara yang Menyebalkan saat Mudik 2018
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom

Lepas dari tol Jakarta-Cikampek yang padat, akhirnya setelah pecahan jalur Purbaleunyi, laju mobil mulai agak lancar. Masuk tol Cipali, kepadatan mobil mulai berkurang. Tetapi mengapa mobil di lajur tol paling kanan tetap panjang mengular dan tidak cepat mencair?

Pelan-pelan setelah melewati beberapa mobil, akhirnya sampai juga ke sumber masalahnya. Ternyata paling depan ada mobil yang sedang jalan "santai" di lajur kanan, alhasil menghambat laju mobil yang lebih cepat di belakangnya dan kepadatan lambat untuk mencair.

Jika diamati, kepadatan saat mudik tidak bisa cepat mencair karena selepas kemacetan, mobil yang tadinya hanya bisa berjalan lambat di lajur kanan, ketika jalanan mulai lancar mobil itu tetap saja berjalan pelan dan tidak segera pindah jalur ke kiri.

Idiom "jaga jarak aman kendaraan" bisa diterapkan dalam situasi ini. Jaga jarak bukan hanya menjaga jarak aman untuk antisipasi ketika mobil di depan mengurangi kecepatan (rem) secara mendadak. Tetapi jaga jarak juga berarti imbangi kecepatan mobil anda dengan mobil di depan anda.

Jika mobil anda melaju di lajur paling kanan dan jarak mobil anda mulai tertinggal dari mobil di depan, atau 2-3 mobil mulai mendahului anda dari lajur kiri, sebaiknya segera pindahkan mobil anda ke lajur sebelah kiri.

Jangan menjadi penghambat atau penghalang bagi mobil lain yang lebih kencang dan jadilah bagian solusi untuk lalulintas yang lebih lancar.