Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 17 Februari 2017, 08:46 WIB

Survei: Generasi Milenial Berisiko Membahayakan di Jalanan

Dina Rayanti - detikOto
Survei: Generasi Milenial Berisiko Membahayakan di Jalanan Foto: dok Ford
Washington - Saat ini memang banyak pengendara mobil yang berusia masih muda. Namun sayangnya mereka rentan mengalami kecelakaan karena sering melanggar aturan lalu lintas.

Dalam survei yang dilakukan AAA Foundation untuk keselamatan lalu lintas menemukan 88 persen pengendara berusia 19-24 tahun rentan terhadap risiko kecelakaan. Kebanyakan suka bermain handphone pada saat menyetir dan melaju di perempatan padahal lampu lalu lintas berwarna merah.

Dilansir CNBC, Jumat (17/2/2017), survei dilakukan pada 2.511 pengendara dari 25 Agustus hingga 6 September tahun lalu ditemukan fakta yang cukup mengejutkan. 59 persen dari mereka mengaku mengetik SMS atau email sambil menyetir. Hampir 50 persen tetap melaju pada saat lampu merah menyala, dan hanya 12 persen dari mereka tidak masalah mengendarai mobil dengan kecepatan 10 km/jam lebih cepat di lingkungan sekolah.

"Mengkhawatirkan, beberapa dari mereka yang berusia 19-24 tahun mengatakan kebiasaan buruk saat berkendara itu bisa diterima," ungkap Eksekutif Direktur AAA Foundation, David Yang.

Lebih miris lagi, angka tewas akibat kecelakaan lalu lintas naik menjadi 35.092, naik 7 persen dari tahun sebelumnya atau tertinggi dalam 5 dekade terakhir.

Survei tersebut juga menemukan banyak dari mereka yang munafik. Mereka tidak menyukai orang yang menyetir ugal-ugalan, tidak tahu aturan namun sendirinya melakukan hal itu.

40,2 persen dari mereka dilaporkan membaca SMS dan email saat menyetir sementara 78,2 persen menyebutnya tidak bisa diterima. Hampir 80 persen pengendara juga mengatakan mengemudi dalam keadaan ngantuk tidak bisa diterima namun 28,9 persen mengakui mereka tak sanggup menahan lelah dan menjaga agar matanya tetap terbuka.

92,8 persen dari mereka mengatakan tetap berjalan pada saat lampu merah menyala sangat tidak bisa ditolerir, namun 35,6 persen dari mereka mengaku tetap berjalan di lampu merah.

Meski begitu 81 persen dari mereka setuju untuk mengenakan sanksi pada pengendara yang mabuk. 63,5 persen setuju dengan proposal untuk mengurangi konsentrasi penggunaan alkohol dari 0,08% menjadi 0,05%. Tapi 2,5 persen dari mereka mengaku menggunakan ganja dan alkool saat menyetir.

"Ini sebenarnya sudah parah, mereka mengerti potensi kematian akibat kebiasaan buruk saat menyetir tapi tetap melakukan kebiasaan tersebut," tutur Yang.





(dry/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed