Kelompok-kelompok seperti Association of British Insurers, Association of Police Chiefs, road safety charity Brake, dan National Federation of Young Farmers Clubs serta berbagai organisasi lain mengirimkan desakan terbuka untuk pemerintah Inggris.
Sebelumnya, seorang Menteri di Inggris telah berjanji untuk membuat sebuah aturan guna mereduksi angka kecelakaan di kalangan remaja. Melihat perkembangan yang ada, organisasi-organisasi yang prihatin ini mengkhawatirkan aturan itu keluar tidak sesuai jadwal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Pemerintah ini tidak bertindak kita akan terus melihat kehidupan muda yang terbuang," asisten direktur ABI Louise Hanson seperti detikOto kutip dari Telegraph.
Di Inggris hampir 2.500 orang remaja berusia 16-25 tahun tewas atau mengalami luka serius di 2011 karena kecelakaan. Remaja memang hanya menyumbang 12 persen dari total kecelakaan, tapi urusan korban, remaja menyumbang 25 dari seluruh korban kecelakaan di Inggris.
Melihat tingginya angka kecelakaan itu, selain kesalahan keluarga, pemerintah menurut mereka juga ikut serta bertanggung jawab karena tidak membatasinya dengan aturan-aturan yang ketat.
"Kami membutuhkan sebuah debat yang tulus dan terbuka tentang kombinasi perubahan pada sistem pengujian dan pelatihan yang memberikan kesempatan terbaik untuk membuat jalan kita menjadi lebih aman bagi orang-orang muda dan semua orang," tambahnya.
"Semakin lama Pemerintah, semakin banyak orang yang akan kehilangan nyawa mereka, semakin banyak orang akan menderita cedera," ujar Julie Townsend, wakil kepala eksekutif Brake.
"Kami telah berkampanye selama bertahun-tahun, tetapi di masa lalu semua yang kami lihat adalah orang yang berbicara tentang dengan tes mengemudi. Itu tidak cukup, kita perlu melihat tindakan lebih berani dan secepat mungkin," tegasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat