Ibarat Kanker, Lebih Mematikan dari Malaria

Ponsel Sambil Nyetir

Ibarat Kanker, Lebih Mematikan dari Malaria

Syubhan Akib - detikOto
Kamis, 16 Mei 2013 13:00 WIB
Ibarat Kanker, Lebih Mematikan dari Malaria
Jakarta -

Jangan pernah menggunakan ponsel saat mengemudi. Bila masih membandel, maka potensi kecelakaan pun akan meningkat di depan mata. Menggunakan ponsel saat menyetir itu bisa diibaratkan penyakit kanker dan bahkan lebih mematikan dari malaria.

Sudah banyak peringatan mengenai bahayanya menyetir sambil menelepon atau mengetik pesan singkat (SMS). Tetapi faktanya di lapangan, masih banyak pula pengendara yang tidak ragu melakukan aktivitas berbahaya ini.

"Mengetik pesan singkat itu seperti melihat penyakit kanker yang menggerogoti tubuh orang yang kita sayangi. Kita bisa melihat kanker itu terus tumbuh, tetapi kita tidak tahu caranya untuk menghentikannya," begitu ujar Tom Crosby dari AAA Carolinas Traffic Safety Foundation seperti dikutip dari ABC Columbia, beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah survei yang digelar oleh AT&T, sebanyak 43 persen remaja di Amerika Serikat mengaku mengetik SMS saat nyetir.

Tragisnya, 75 persen remaja menyebutkan mengetik SMS adalah hal biasa yang dilakukan teman mereka. Tapi meski berbahaya, 97 persen menyatakan setuju kalau mengetik SMS adalah hal yang berbahaya namun tetap saja mereka lakukan.

Sementara itu, di Afrika Selatan, setidaknya 14.000 korban meninggal dunia setiap tahunnya. Itu berarti 40 korban setiap hari meregang nyawa akibat menggunakan alat komunikasi itu saat menyetir.

Caryl Kolk, peneliti dari Automobile Association menyebutkan bahwa menggunakan telepon genggam saat mengemudi berpotensi empat kali mengalami kecelakaan dibandingkan orang yang fokus pada aktivitas mengemudi saat itu.

Saat nyetir, kita membutuhkan rata-rata sekitar 2,5 detik untuk mengecek telepon. Jika Anda menyetir dalam kecepatan 100 km per jam kemudian update status di Facebook atau Twitter apa Anda akan memperhatikan seorang pengguna jalan atau anak yang menyeberang? Tentu tidak kan?

Di samping itu para peneliti juga menemukan bahwa penggunaan telepon genggam di mobil juga bisa meningkatkan perampokan. Caryl Kolk menjelaskan seperti contoh ketika kita menggunakan ponsel Anda di dalam mobil saat lampu merah, maka 50 persen keamanan kita berkurang.

Sebab pengendara atau pun penumpang yang menggunakan telepon genggam di dalam mobil menjadi sasaran empuk para penjahat dan selanjutkan kita menjadi korban kejahatan.

Otolovers punya pengalaman mengenai telepon genggam dan kendaraan Anda? Kirim cerita Anda ke redaksi@detikoto.com.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads