'Mobil-mobil Gue, Terserah Pakai Isi Bensinnya Apa'

'Mobil-mobil Gue, Terserah Pakai Isi Bensinnya Apa'

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Rabu, 04 Apr 2012 12:55 WIB
Mobil-mobil Gue, Terserah Pakai Isi Bensinnya Apa
Jakarta - Imbauan pemerintah agar pengguna mobil mewah menggunakan bahan bakar
non subsidi bakal sulit diterapkan selama belum ada larangan resmi.

Bukan masalah subsidi atau tidak, tapi kadang di jalanan, faktanya susah sekali menemui POM bensin yang menyediakan Pertamax, apalagi di di luar daerah Jakarta.

"Ini kan mobil gue, terserah dong mau isi pakai bensin apa. Kalau pun rusak ya kan mobil gue ini," tutur seorang pengguna mobil pada detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski ada pengguna mobil yang seperti itu, bukan berarti tidak ada pemilik mobil mewah yang sadar mengisi BBM mobilnya dengan BBM yang sesuai standar.

Menanggapi fenomena mobil mewah mengisi BBM subsidi ini, PR Manager PT Toyota-Astra Motor Rouli H Sijabat menuturkan sebenarnya di buku panduan yang dibagikan kepada pemilik mobil mewah sudah dicantumkan jenis BBM yang harus digunakan.

"Di buku pedoman pemilik selalu meminta, menyantumkan kalau mobil ini menggunakan angka RON sekian dan angka itu hanya dipenuhi Pertamax," ujarnya.

"Memang kenyataannya di luar sana banyak yang memakai Premium. Istilahnya, pakai premium, mau rusak juga mobil saya," ujarnya.

Toyota, lanjut Rouli justru senang pengguna mobil mewah menggunakan Pertamax. Dari sisi performa, mobil lebih bagus, dan mesin pun lebih awet.

"Kalau bahan bakar tidak sesuai, mungkin dalam waktu dekat bersahabat dengan kantong, tapi dalam waktu lama-lama, mobil ngelitik," ujarnya.

"Kalau angka oktan rendah pembakaran tidak sempurna akan kerak-kerak di ruang bakar serta katup-katup. Sehingga katup akan cepat rusak, dan ini harus membongkar setengah mesin atau membongkar cylinder head overhoul(skir klep). Dan ruang bakar harus dibersihkan," tambah Kepala Bengkel Plaza Toyota Parman Suanda.

Akibatnya beberapa komponen pasti harus diganti, akibat rusak setelah menggunakan oktan yang tidak sesuai.

"Kalau udah dibongkar pasti akan diganti beberapa part, seperti Gasket cylinder head, seal katup, dan katup-katup lainnya. Jika sudah rusak maka harus skir klep dan untuk kendaraan premium seperti Camry, Alphard bisa menghabiskan dana hingga kurang lebih Rp 12 juta," ujarnya.

(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads