Hal itu diungkapkan Willy Suwandi Dharma, Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) disela-sela acara "I Wanna Get Home Safely" yang diadakan Adira di Pisa Kafe, Jakarta, Rabu (30/11/2011) malam.
"90 persen kecelakaan karena si pengendara," kata Willy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesadaran tinggi ketika berkendara lah agar kita bisa terhindari dari kecelakaan. Masyarakat seharusnya sudah bisa memulai dengan merubah cara berkendara," ajak Willy.
Menurutnya kecelakaan lalu lintas kini sudah menjadi isu global yang harus segera ditanggulangi. Ia menjelaskan tingginya nyawa melayang telah menempatkan kecelakaan lalu lintas sebagai salah satu penyebab tertinggi kematian. Pada 2007, kecelakaan telah menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi setelah penyakit stroke dan jantung.
"Kematian akibat kecelakaan sudah berada di posisi ketiga tertinggi. Jika prilaku masyarakat tidak segera diubah, bukan tidak mungkin akan terus naik," pungkasnya.
Sementara menurut data Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan 2011-2035, sebanyak 67 persen korban kecelakaan berada di usia produktif antara 22-50 tahun. Secara nasional, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas diperkirakan mencapai 2,9-3 persen secara total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2010, atau setara Rp 205 - Rp 220 triliun dengan total PDB Rp 7.000 triliun.
(ikh/syu)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?