Penelitian yang dilakukan Columbia University seperti detikOto kutip dari USA Today, Senin (24/10/2011), mengungkapkan kalau pengendara yang positif mengkonsumsi ganja 3 jam sebelum mengemudi memiliki risiko dua kali lipat mengalami kecelakaan.
Dan bagi setiap orang yang mengkonsumsi ganja lebih sering, maka risiko kecelakaan pun meningkat sebab konsentrasi senyawa berbahaya yang ada di ganja akan tinggi dalam darahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bila dihitung dari jumlah para pengendara di jalanan Amerika, maka 11 persennya adalah pengguna ganja.
Menurut survei nasional di Amerika pada tahun 2009 juga terungkap kalau lebih dari 10 juta orang berusia diatas 12 diperkirakan telah mulai mencoba pengaruh obat-obatan terlarang.
"Ini harus dikonfirmasi oleh penelitian lebih lanjut," ungkap profesor epidemiologi di Mailman School Columbia University of Public Health Guohua Li yang memimpin penelitian ini.
"(Penelitian) ini mungkin memiliki implikasi besar pada keamanan mengemudi dan kebijakan publik. Hal ini juga akan memainkan peran penting dalam menginformasikan kebijakan penggunaan mariyuana medis," lugasnya lagi.
Dengan hasil penelitian ini, maka konsumsi ganja pun harus di batasi. Namun masalahnya, di negara bagian seperti California, ganja atau mariyuana bisa didapatkan warga negara untuk urusan medis.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi