Kini angin reformasi berhembus, untuk pertama kalinya sejak Revolusi Kuba tahun 1959, warga Kuba memiliki hak untuk membeli dan menjual mobil.
Hal itu merupakan salah satu reformasi yang dilakukan oleh Presiden Raul Castro. Seperti dilansir Reuters, kebijakan itu akan mengarah pada kebebasan ekonomi di tanah komunis itu. Pemerintah Kuba sudah mengeluarkan dekrit pemerintah pada Rabu 28 September kemarin dan akan mulai efektif berlaku pada hari Minggu nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sangat bagus, karena dulu hal ini merupakan sesuatu yang dilarang. Harganya pun mahal, dan jika Anda memiliki mobil, Anda tidak bisa melakukan apa-apa dengan mobil Anda," ujar pekerja kantoran Silvia Santos.
Sebelumnya, hanya mobil keluaran sebelum tahun 1959 yang bebas diperjualbelikan. Karena itulah jangan heran jika di jalanan Kuba mobil keluaran tahun 1950-an sangat banyak. Terutama mobil dari AS dan Uni Soviet.
Susahnya memperjualbelikan mobil membuat pasar gelap tumbuh subur. Meski ada aturan baru, tetap saja, cukup ketat. Tertulis mereka yang diperbolehkan membeli dan menjual adalah warga yang sudah mendapatkan izin pemerintah dan warga asing yang mengimpor mobil.
"Harusnya hukum ini diterapkan dari dulu," ujar pengendara taksi Fabio Brito, 54.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?