×
Ad

Eropa Mulai Batasi Mobil Hybrid Buatan China

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Selasa, 13 Okt 2026 10:33 WIB
Ekspor Mobil China ke Eropa Foto: Doc. Bloomberg
Jakarta -

Uni Eropa (UE) berencana membatasi impor mobil hybrid buatan China. Kebijakan ini diambil untuk melindungi produsen otomotif lokal dari gempuran merek China yang makin kuat di kawasan setempat.

Langkah tersebut menyusul pemberlakuan tarif impor mobil listrik (EV) buatan China. Sejumlah produsen kemudian mengalihkan fokus ke mobil hybrid dan plug-in hybrid untuk mengakali tekanan tarif.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (13/10), UE berencana menetapkan kuota impor 350 ribu unit mobil hybrid China pada 2027. Jumlahnya konon akan naik 6% setiap tahun. Meski begitu, rencana ini masih menunggu persetujuan negara-negara anggota.

Sementara itu, Financial Times melaporkan, kuota tahun depan kemungkinan berada di kisaran 500-700 ribu unit. Angka finalnya belum diputuskan. Namun, sebagai perbandingan, sekitar 800 ribu unit mobil hybrid buatan China masuk ke Eropa sepanjang 2026.

Mobil China Makin Dominan

Pada semester pertama 2026, mobil plug-in hybrid asal China menguasai 25% penjualan di segmen tersebut di Eropa. Angka itu naik dari 2% pada 2024.
Di segmen hybrid secara keseluruhan, pangsa mobil China mencapai 14%, meningkat dari 2% pada periode yang sama pada 2024.

Ekspor Mobil China ke Eropa Foto: Doc. Bloomberg

Kesepakatan pembatasan impor ini dinegosiasikan untuk mencegah konflik dagang yang lebih luas. China dilaporkan sepakat tidak membalas kebijakan tersebut. UE memperkirakan, kesepakatan ini bisa mengurangi defisit perdagangan dengan China hingga 14 miliar euro atau Rp 280 triliunan.

Namun, produsen China punya strategi lain. Kuota itu disebut hanya berlaku untuk mobil yang diekspor langsung dari China, bukan kendaraan yang diproduksi di Eropa.

BYD sudah memiliki pabrik di Hungaria. Sementara Chery, Geely, Dongfeng dan Leapmotor juga tengah mengembangkan fasilitas produksi di kawasan Eropa.



Simak Video "Video 5 Mobil Hybrid Terlaris Januari-Agustus 2026"

(sfn/sfn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork