Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik, Segini Harga Asli Pertamax Cs

Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik, Segini Harga Asli Pertamax Cs

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 28 Sep 2026 07:16 WIB
Warga membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina kawasan Cilandak, Jakarta, Selasa (1/9/2026). PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga sejumlah produk BBM non subsidi per 1 September 2026.
Ilustrasi SPBU Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Harga bahan bakar nonsubsidi saat ini bukan banderolan asli. Proyeksinya berpotensi naik lagi.

Peneliti sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, memproyeksikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan naik 5-11 persen pada Oktober 2026. Proyeksi ini dihitung berdasarkan rata-rata pasar periode 25 Agustus-25 September 2026.

"Ya, tekanan naik masih ada. Harga Oktober dihitung dari rata-rata pasar 25 Agustus-25 September, dan pada periode itu harga bensin olahan di Singapura (MOPS) naik sekitar 14 persen," ujar Yayan, dikutip dari Antara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yayan memaparkan, rata-rata MOPS bensin naik dari 111,4 dolar AS per barel pada jendela harga September menjadi sekitar 126,7 dolar AS per barel untuk jendela harga Oktober. Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru menguat dari Rp17.892 per dolar AS menjadi Rp17.630 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

Meski rupiah menguat, kenaikan harga minyak dunia yang signifikan tetap membuat formula harga menghasilkan proyeksi kenaikan 5-11 persen. Khusus untuk Pertamax, Yayan memperkirakan harga jualnya kemungkinan besar akan tetap ditahan pemerintah, meski harga keekonomiannya sendiri kini sudah mencapai sekitar Rp18.350 per liter.

"Bila mengikuti formula, harga BBM nonsubsidi naik 5-11 persen. Pertamax kemungkinan besar ditahan lagi, tetapi harga aslinya kini sekitar Rp18.350 per liter," ujar Yayan.

Adapun Yayan memproyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi, antara lain:

* Pertamax Green 95: Rp19.150/liter → diperkirakan naik menjadi Rp21.200/liter
* Pertamax Turbo: Rp19.600/liter → diperkirakan naik menjadi Rp21.450/liter
* Dexlite: Rp23.700/liter → diperkirakan naik menjadi Rp25.000/liter
* Pertamina Dex: Rp25.200/liter → diperkirakan naik menjadi Rp26.600/liter

Yayan menyarankan agar pemerintah transparan dalam mengumumkan kebijakan harga. "Yang sebaiknya dilakukan, untuk jangka pendek adalah umumkan harga beserta alasannya secara terbuka. Kenaikan kecil yang dapat diperkirakan lebih mudah diterima daripada kejutan," katanya.

Diberitakan detikcom sebelumnya, Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi memang mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Artinya, setiap perubahan pada Indonesian Crude Price (ICP) otomatis akan memengaruhi harga BBM nonsubsidi.

"Coba cek dulu. Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP (Indonsian Crude Price)-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi," ujar Bahlil di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Yang terpenting kata Bahlil saat ini stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Di mana BBM nasional berada pada standar minimal yakni 18 hari sampai dengan 21 hari. Kemudian, Bahlil juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.

"Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo," tegas Bahlil.



(riar/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads