Pertamina saat ini telah menjual bahan bakar minyak (BBM) campur bioetanol. Bensin campur bioetanol itu hadir dalam produk Pertamax Green. Pertamina melaporkan penjualan Pertamax Green terus meningkat.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, produk BBM bioetanol yang saat ini dijual Pertamina adalah Pertamax Green dengan kandungan bioetanol sebesar 5 persen. BBM bioetanol itu sudah diluncurkan sejak 2023. Saat ini, terdapat 190 SPBU Pertamina yang menjual Pertamax Green.
"Kita dapat melihat di sini tren penjualan produk Pertamax Green secara umum dapat diterima dengan baik. Kita bisa melihat sejak awal tahun 2025 sampai dengan Agustus 2026, tren penjualan ini mengalami peningkatan 267 persen. Bahkan kalau kita melihat dari sisi penjualan rata-rata harian, tren kenaikannya lebih tinggi yaitu mencapai 446 persen," kata Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, kemarin.
Menurutnya, tren penjualan ini juga diimbangi dengan peningkatan sebaran outlet Pertamax Green. Saat ini, di wilayah Banten terdapat 28 SPBU yang menyediakan Pertamax Green. Lalu di DKI Jakarta ada 40 SPBU, Jawa Barat terdapat 53 SPBU, Jawa Tengah terdapat 16 SPBU, Yogyakarta terdapat 6 SPBU dan di Jawa Timur terdapat 47 SPBU.
"Saat ini outlet Pertamax Green masih terkonsentrasi di Pulau Jawa karena kami juga akan terus mengembangkan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM khususnya dari sourcing atau penyedia bioetanolnya," ucap Mars Ega.
Pertamina mencatat, rata-rata penjualan Pertamax Green mencapai 132 KL per hari. Hal itu meningkat signifikan dibanding Januari 2025 yang hanya sebanyak 17 KL per hari.
"Penjualan ini terus meningkat dan produk ini merupakan produk non-subsidi yang sudah mengikuti harga pasar dengan kualitas RON 95," ucapnya.
Simak Video "VIdeo Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250, Pertamax Green Rp 17.000/Liter"
(rgr/dry)