Pemerintah akan meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, campuran solar dengan minyak sawit 50% (B50) pada 1 Juli 2026 nanti. Pertanyaannya, apakah bahan bakar tersebut siap digunakan oleh mobil-mobil bermesin diesel yang dijual di Indonesia?
Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri menjelaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari bahan bakar ini. Kata pria yang akrab disapa Yus, sejauh ini bahan bakar dengan campuran minyak sawit atau Biodiesel sudah teruji penggunaannya di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar Energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri Foto: Istimewa |
"Sekarang beredar isu, 1 Juli ada bahan bakar B50 dan pengguna mobil bermesin diesel lama disarankan berhati-hati. Tapi, kalau kita lihat, program yang sudah berjalan, itu Biodiesel kita pakai sejak tahun 2008 dengan (campuran) 2,5%, terus sampai nanti naik ke 50%. Artinya, kalau selama penggunaan itu part seal, gasket, selang, tidak ada masalah, mestinya di B50 juga tidak ada masalah," ungkap Yus dalam acara Forum Sidkom (Sidak Komunitas) di Jakarta (27/6).
Yus menambahkan, seharusnya mesin diesel lama atau baru tidak masalah jika menenggak bahan bakar B50. Di sisi lain, belum tentu juga bahan bakar B50 stoknya langsung ready di seluruh di Indonesia setelah diluncurkan nanti. Sebab masih ada stok bahan bakar B40 yang perlu dihabiskan lebih dahulu.
"Bisa dibilang di lapangan, belum tentu semuanya mendapatkan B50. Bisa jadi dapatnya tetap B40, karena stoknya pasti ada," kata pakar energi tersebut. Pemerintah memang bakal menghabiskan terlebih dahulu stok B40 dalam tiga bulan ke depan sebelum memasarkan B50 secara penuh.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap Indonesia akan meluncurkan mandatori Biodiesel B50. Kebijakan ini mewajibkan pencampuran 50% bahan bakar nabati berbasis sawit ke dalam solar. Dengan begitu, menurutnya, Indonesia tak akan lagi ketergantungan impor solar.
"Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50%. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, Saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menghemat banyak sekali," ujar Prabowo di acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII, Gorontalo (24/6).
Prabowo menargetkan Indonesia akan mencapai swasembada energi maksimal 4 tahun ke depan. "Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita, Saudara-saudara sekalian," ujarnya.
(lua/dry)













































Komentar Terbanyak
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Harga BBM di Malaysia Turun, Bensin RON 95 Non-subsidi Setara Rp 15 Ribuan