Presiden Prabowo Subianto mendesak aplikator ride-hailing seperti Gojek dan Grab memangkas potongan aplikasi ojek online (ojol) di Indonesia. Jika kini 20 persen atau lebih, maka dia mau direvisi menjadi di bawah 10 persen!
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara May Day atau Hari Buruh di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Menurut dia, ojol merupakan pekerja lapangan yang mempertaruhkan nyawanya setiap hari. Maka, potongan 20 persen atau lebih dianggap kebesaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudara-saudara, ojol kerja keras. Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Bagaimana ojol, setuju 20 persen?" ujar Prabowo dengan nada berapi-api di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5).
"Kalau 15 persen? Apa? Kalian minta 10 persen? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen! Harus di bawah 10 persen!" tambahnya.
Driver ojol Grab di Tendean, Jakarta Selatan. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com |
Prabowo juga meminta aplikator seperti Gojek, Grab dan lainnya untuk mengikuti permintaan tersebut. Jika masih membangkang, maka mereka diminta tak menjalankan bisnis lagi di Indonesia.
"Enak aje, elo yang keringetan, dia yang dapet duit. Sorry aje. Kalau nggak mau ikut kita, nggak usah usaha di Indonesia," kata dia.
Sejak 1-2 tahun terakhir, ojol berkali-kali melakukan demo di Jakarta dan sekitarnya untuk menuntut pengurangan fee aplikasi. Sebab, rasio keuntungan mereka makin hari makin menipis. Namun, hingga sekarang, tuntutan tersebut tak pernah benar-benar dikabulkan.
Dalam Kepmenhub KP nomor 1001 tahun 2022, potongan aplikasi maksimal memang 20 persen. Namun, menurut pengakuan asosiasi ojol seperti Garda Indonesia, praktiknya bisa lebih, yakni mencapai 30-40 persenan. Hal itu yang akhirnya diprotes pasukan hijau di lapangan.
(sfn/sfn)













































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi