Pelajaran Penting dari Elf Terguling Tewaskan 6 Orang di Majalengka

Pelajaran Penting dari Elf Terguling Tewaskan 6 Orang di Majalengka

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 25 Mar 2026 09:46 WIB
Para korban laka maut di Majalengka saat dibawa pulang ambulans ke Karawang.
Para korban laka maut di Majalengka saat dibawa pulang ambulans ke Karawang. Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar
Jakarta -

Kecelakaan maut terjadi saat libur Lebaran. Sebuah mobil Isuzu Elf mengalami kecelakaan dan menewaskan enam orang di Majalengka, Jawa Barat.

Dikutip detikJabar, kecelakaan Elf itu terjadi di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, pada Senin (23/3) sekitar pukul 23.05 WIB. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Lantas AKP Pandu Surya Renata mengatakan, peristiwa bermula saat kendaraan yang membawa rombongan keluarga asal Karawang itu melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Penyebab kecelakaan dipicu oleh berbagai faktor.

"Kronologis kejadian bermula saat kendaraan Isuzu Elf yang dikemudikan oleh saudara Hasyim Adnan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Saat melintasi jalanan yang licin serta menurun dan menikung tajam di Blok Maniis Tonggoh, pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan," kata Pandu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, kendaraan tersebut hilang kendali dan oleng ke sebelah kanan hingga masuk ke dalam parit di pinggir jalan. Mobil kemudian terguling dengan posisi roda berada di atas.

ADVERTISEMENT

Salah seorang korban selamat Ratna Wulan mengatakan, sopir Elf itu menyetir tanpa rehat. Rombongan melakukan perjalanan sejak Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

"Berangkat itu Minggu pagi jam enam ke daerah Ciamis buat ziarah. Sampai sana sekitar jam tujuh, terus setelah ziarah kita lanjut jalan-jalan ke Pangandaran," kata Ratna.

Ratna menuturkan, rombongan kemudian meninggalkan Pangandaran sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka sempat kembali ke wilayah Ciamis pada malam hari untuk makan dan mengambil barang sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Ia menyampaikan, sebagian penumpang sempat menyarankan agar perjalanan ditunda terlebih dahulu karena sopir belum sempat beristirahat. Namun, perjalanan tetap dilanjutkan karena kendaraan tersebut sudah memiliki jadwal sewa berikutnya.

"Tadinya disuruh istirahat dulu karena belum sempat istirahat. Tapi sopirnya mau langsung pulang karena mobilnya sudah ada yang nyarter lagi," ujarnya.

Pelajaran Penting

Belajar dari kecelakaan maut ini, pengemudi harus tetap beristirahat dalam melakukan perjalanan. Founder dan Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pengemudi disarankan untuk segera beristirahat jika sudah lelah. Jika dipaksakan mengemudi, hal itu menyebabkan menurunnya refleks saat berkendara hingga berisiko terjadi microsleep.

"Mengemudi dalam keadaan lelah sangat berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi dan respons terhadap situasi di jalan," kata Jusri beberapa waktu lalu.

Jusri mengimbau untuk beristirahat setiap 2-3 jam sekali selama perjalanan. Langkah ini dilakukan agar pengemudi bisa tidur sekitar 15-30 menit demi menghilangkan kantuk. Selain itu, lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, tangan dan kaki agar tubuh tetap rileks.

"Pengemudi yang lelah cenderung melakukan kesalahan, seperti salah memperhitungkan jarak atau kecepatan," ujarnya.

Jika perjalanan panjang dan butuh waktu tempuh yang lama, sebaiknya ada sopir cadangan. Menurut Jusri, jika pengemudi utama lelah, sopir cadangan bisa menggantikan sementara.




(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads