Stok BBM Shell Banyak yang Kosong, Kapan Ada Lagi?

Stok BBM Shell Banyak yang Kosong, Kapan Ada Lagi?

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 30 Jan 2026 09:29 WIB
Stok BBM Shell Banyak yang Kosong, Kapan Ada Lagi?
Stok bensin Shell banyak yang kosong. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikOto)
Jakarta -

BBM Shell makin sulit dicari. Stok BBM Shell di sejumlah SPBU banyak yang kosong. Kapan stoknya ada lagi?

Buat kamu pengguna BBM Shell, belakangan ini mungkin kesulitan dalam mencari ketersediaan bensin jenis Super. Ya, banyak SPBU Shell yang tak memiliki stok bensin RON 92 tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan di Jakarta saja, hanya tersisa empat SPBU yang masih tersedia bensin Super per 29 Januari 2026. Di Tangerang dan Bekasi stoknya kosong. Di Bogor, masih ada dua SPBU Shell yang punya stok bensin RON 92. Lalu kapan bensin Shell tersedia di banyak SPBU lagi??

ADVERTISEMENT

"Kami berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar berbagai varian produk BBM tersedia kembali di jaringan SPBU Shell sesuai standar bahan bakar berkualitas Shell," ujar President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian kepada detikOto, Kamis (29/1/2026).

Fenomena ini bukan kali pertama dialami oleh Shell. Tahun lalu, Shell juga pernah mengalami hal serupa bahkan stoknya sampai kosong. Stok bensin Shell baru tersedia lagi saat pihaknya sepakat untuk mengimpor base fuel melalui Pertamina. Tapi tak berlangsung lama, hanya sekitar sebulan setelah menjual BBM impor dari Pertamina itu, stoknya kosong lagi.

Ingrid menjelaskan saat ini Shell tengah berkoordinasi dengan pemerintah untuk impor BBM tahun 2026. Sebelumnya diketahui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengizinkan SPBU swasta mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun ini. Harapanya pasokan BBM di SPBU swasta kembali normal lagi. Pemerintah berharap setelah izin impor tersebut, pasokan BBM di SPBU swasta tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Bukan segera normal, harusnya sudah normal. Kan kita tidak ada menghentikan," tegas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman dikutip detikFinance.




(dry/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads